Hujan Lebat, Jalan Raya Maninjau – Lubukbasung Terendam Banjir

Koto Kaciak , KABA12 — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Senin pagi mengakibatkan ruas Jalan Raya Maninjau – Lubukbasung di Kecamatan Tanjung Raya terendam banjir. Genangan air dengan ketinggian hingga 40 sentimeter menutupi sebagian badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas.

Banjir terjadi di beberapa titik rawan, terutama di Bayua, Kelarian, depan SMK, Pasar Rabaa, Koto Gadang VI Koto dan beberapa titik lain. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan akibat derasnya luapan air.

Menurut warga, intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan aliran air sungai meluap ke badan jalan. “Air mulai naik ke jalan sekitar pukul 17.00 WIB, bahkan juga meluap ke rumah penduduk,” ujar Rina salah seorang warga, Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak.

Selain itu, musibah banjir bandang terjadi di Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak akibat hujan curah hujan yang tinggi. Bencana galodo itu merusak lahan pertanian, tambak ikan, dan menutup akses jalan antar nagari.

Banjir juga kembali terjadi di Sungai Asam, Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak akibat luapan air sungai dengan volume yang cukup besar. Akibatnya sejumlah rumah warga terendam air dengan ketinggian 30 – 40 sentimeter.

Petugas BPBD Agam, pemerintah kecamatan, nagari, KSB telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan ke lokasi terdampak. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan menghindari perjalanan jika tidak mendesak.

Sebelumnya, Bupati Agam Benny Warlis juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Sehubungan dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, banjir dan tanah longsor di wilayah kita dalam beberapa hari kedepan, saya menghimbau seluruh masyarakat kabupaten Agam untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif,” katanya.

(Bryan)

0Shares