Kaba Agam

Hujan Deras, Jalan Kelok 3 Tertimbun Longsor

Maninjau, KABA12 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyebabkan bencana longsor terjadi di ruas jalan Kelok 44, Kamis (7/12) sore.

Longsor terjadi tepatnya di Kelok 3, Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau sekitar pukul 17.50 WIB. Akibatnya arus lalulintas dari Lubukbasung – Bukittinggi maupun sebaliknya sempat terganggu lantaran material longsor menutup badan jalan.

“Iya, material longsor berupa tanah dan pohon tumbang menutup badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalulintas terganggu,” kata Rizal Endri, Danru Damkar Agam Posko Maninjau yang ikut melakukan penanganan bencana tersebut.

Ia mengatakan, petugas gabungan terdiri dari Damkar, BPBD, Polsek Tanjung Raya, TKSK, kecamatan, dan nagari langsung menuju lokasi untuk melakukan pembersihan longsor dan pohon tumbang.

Untuk tahap awal, lanjutnya, petugas melakukan pemotongan material pohon tumbang menggunakan mesin chain saw guna membuka akses jalan agar bisa dilewati kendaraan.

“Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup, karena masih ada material tanah yang menutup sebagian badan jalan. Untuk pembersihan maksimal, dibutuhkan alat berat loader agar akses jalan bisa kembali normal,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, karena situasi lalulintas saat kejadian dalam kondisi lengang.

Selain di Kelok 3, bencana banjir bandang atau galodo juga terjadi di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis sore. Akibatnya material galodo berupa batu dan batang pohon menutup akses jalan sehingga tidak dapat dilewati kendaraan.

Bencana banjir juga merendam jalan raya Maninjau – Lubukbasung tepatnya di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua dan menyebabkan arus lalulintas terganggu. Kendaraan yang melintas di jalan tersebut terpaksa harus melamban lantaran ketinggian air mencapai 20 centimeter.

(Bryan)

0Shares
To Top