Bukittinggi, KABA12.com — Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bukittinggi, menyampaikan sejumlah keluhan yang dialami secara internal mereka, sekaligus bertukar pikiran untuk pengembangan pariwisata kedepan, kepada Wakil Ketua DPRD Bukittinggi. Ketua Komisi II, Asril dan Sekwan DPRD Bukittinggi, Hermanayah. “Curhatan” itu disampaikan dalam pertemuan ringan di Taman Panorama Bukittinggi, Rabu (10/04).
Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu, para anggota HPI Bukittnggi yang sering mangkal di Objek Wisata Panorama Lobang Japang Bukittinggi itu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi HPI, terutama tentang internal HPI. Dengan adanya persoalan itu, anggota HPI meminta kepada H.Trismon dan Asril untuk dapat menjadi Pembina HPI Bukittinggi. Sehingga HPI tidak kehilangan pegangan ketika muncul persoalan.
Kemudian, dalam pertemuan itu, anggota HPI juga menyampaikan, bahwa HPI mendukung penuh keberadaan Bukittinggi sebagai Kota Destinasi Wisata Sumatera Barat. Bahkan secara person anggota HPI Bukittinggi berinovasi untuk menjual paket wisata Bukittinggi ke Manca Negara. Hasil kunjungan wisatawan mancanegara itu ke Bukittinggi, tentu dapat menambah pendapatan daerah dan masyarakat.
Disamping itu, anggota HPI Bukittinggi juga mengeluhkan persoalan parkir Bus Wisata yang jauh dari Objek wisata. Disamping adanya keluhan pengunjung Objek Wisata Panorama Lobang Japang yang juga dikenakan tarif Foto Selfi di Objek Selfi bantuan Telkomsel.
“Apa yang menjadi masukan anggota HPI Kota Bukittinggi itu kami tampung. Pengurus dan anggota HPI diminta merapatkan barisan untuk membenahi organisasi HPI. Kalau memang kami dibutuhkan untuk membina HPI, kami siap saja, asalkan segenap HPI Bukittinggi ini satu,” ungkap H. Trismon.
Sementara itu, Asril juga meminta kepada anggota HPI, untuk dapat membuat masukan tentang Pariwisata Bukittinggi ini secara tertulis ke DPRD Bukittinggi. “Kita akan membahasnya di DPRD, sebab saat ini DPRD bersama pemerintah kota Bukittinggi tengah melakukan pembahasan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Bukittinggi. Dengan adanya masukan secara tertulis dari HPI, tentu dapat menjadi acuan bagi kami di dewan,” tegas Asril.
(Ophik)
