Lubukbasung,kaba12 — Hasil penelusuran Pansus Kebencanaan DPRD Agam, hingga kini bantuan langsung Presiden ( waktu itu Jokowi) untuk 30 korban terdampak bencana banjir bandang lahan hujan Gunung Marapi masih belum cair hingga kini. Dari 30 orang, 5 orang perwakilan 6 nagari terdampak yang ditunjuk sebagai penerima secara simbolis, hanya 1 orang yang “sukses” mencairkan dana bantuan tersebut, dua hari setelah bantuan diserahkan Presiden.
1 orang yang sukses mencairkan dana bantuan itupun, hanya menerima Rp.59 Juta dari Rp60 Juta, karena aturan yang ditetapkan pihak bank ( BNI46), sementara 29 orang lainnya, terkendala, karena pihak Bank BNI meminta adanya rekomendasi dari BPBD Agam, jika warga terdampak yang rekeningnya sudah disiapkan tersebut, jika ingin mencairkan dana bantuan langsung dari Presiden tersebut. Hingga kini, dana bantuan tersebut, masih tak jelas ujung pangkalnya.
Bahkan, Pansus Kebencanaan DPRD Agam yang menelusuri informasi itu, menemukan berbagai kejanggalan yang menurut mereka, tidak seharusnya terjadi, terutama berkaitan dengan berbagai jenis bantu, termasuk bantuan presiden secara langsung yang mestinya diterima oleh warga terdampak bencana.
Beberapa anggota Pansus Kebencanaan DPRD Agam yang dihubungi kaba12, diantaranya ketua Pansus Yandril,S,Sos, Wakil Ketua Pansus Syafril Dt.Rajo Api dan anggota Pansus Ardiyus, mengaku terkaget-kaget dengan temuan lapangan terkait penanganan dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Selasa, 21 Mei 2024 lalu.

Disebutkan Yandril, Pansus yang sebelumnya focus para masalah pengembalian dana Rp1,2 miliar ke kas daerah itu, justru menemukan kejanggalan bahkan laporan-laporan terbaru terkait dengan masalah penanganan yang sudah dilakukan, termasuk masalah distribusi bantuan.
“Masih masih terus melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi, temuan lapangan dan hal-hal lain. Pansus focus pada upaya penanganan dan dampak bencana, termasuk warga terdampak yang hingga kini masih harus mendapatkan perhatian, “tegasnya.
Hal serupa disebutkan Syafril Dt.Rajo Api,dari fraksi Demokrat yang mengaku kerap terkaget-kaget dengan temuan dan data lapangan yang diperoleh, “kami masih terus melakukan penelusuran, termasuk crosscek data, baik pada para korban, pemerintah nagari, OPD terkait, termasuk lembaga-lembaga pemberi bantuan, “tegasnya serius.
Wakil Ketua Pansus itu menyebut, selain bantuan presiden yang harus segera diluruskan pada warga yang sudah terdata sebagai penerima, bahkan secara simbolis menerima bantuan itu langsung dari Presiden Jokowi, saat berkunjung ke wilayah terdampak bencana, dan hal-hal lain yang berkembang di lapangan.
“Kami mencoba mencari benang merahnya, dan kami berharap hasil temuan pansus di lapangan, bisa disinkronkan dengan data yang ada baik di OPD terkait, khususnya BPBD Agam selaku pelaksana lapangan, termasuk dengan Inspektorat Agam yang sudah melakukan pemeriksaan terkait pengelolaan kebencanaan tersebut, “sebut Syafril Dt.Rajo Api lagi.
Hal serupa disebutkan Ardiyus, yang mengaku semakin penasaran dengan perkembangan kondisi di lapangan, menyusul proses penelusuran yang dilakukan pansus di lapangan. Tidak hanya berkaitan dengan laporan warga, tapi juga terkait munculnya “kegiatan-kegiatan baru”dengan tema kebencanaan.
“ Pansus, sesuai kesepakatan yang dibangun, akan terus melakukan penelusuran, yang akan dirumuskan bersama dengan OPD terkait. Intinya untuk kepentingan warga terdampak bencana dan daerah, “tegas Ariyus serius.
(HARMEN)


