Maninjau, KABA12 — Harga komoditi cabai merah keriting di pasar tradisional di Kabupaten Agam terpantau masih tinggi hingga mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Kenaikan harga komoditi cabai di Agam sudah terjadi semenjak pekan ketiga Agustus 2023.
Yeni, salah seorang pedagang di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyampaikan, bahwa harga cabai merah keriting di pasaran hingga kini masih tinggi. Hal ini disebabkan karena minimnya pasokan cabai di Sumbar.
“Untuk harga cabai merah saat ini masih tinggi, sekarang dijual Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kilogram,” ujarnya kepada KABA12, Selasa (29/8).
Menurutnya, minimnya pasokan cabai merah keriting saat ini terjadi karena para petani di daerah produksi mengalami gagal panen imbas dari faktor cuaca ekstrim.
“Kenaikan harga terjadi karena stok cabai yang terbatas akibat petani tidak melakukan panen raya, apalagi pasokan dari luar daerah juga sedikit sehingga berpengaruh terhadap harga di pasaran,” katanya.
Selain itu, harga cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah terjadi sejak 1 bulan terakhir.
Sejumlah komoditi sayur- sayuran juga mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca ekstrim yang melanda sejak beberapa pekan terakhir. Misalnya harga tomat dijual Rp 18 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 12 ribu.
Kemudian buncis dijual Rp 15 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 8 ribu, lalu kentang Rp 18 ribu per kilogram sebelumnya Rp 14 ribu.
“Faktor cuaca menjadi penyebab utama harga komoditi naik, karena banyak petani yang gagal panen sehingga menyebabkan pasokan menipis,” jelasnya.
(Bryan)
