Lubukbasung, kaba12 — Ribuan anak kemenakan kaum pasukuan Piliang Nagari Lubukbasung yang tergabung dalam Forum Komunikasi Piliang 14 ( FKP14) hadiri halal bi halal dalam rangkaian pasca Idul Fitri di lapangan tanah ulayat Pasukuan Piliang, Padang Baru, Lubukbasung, Sabtu,(20/5).
Halal bi halal yang dihadiri Bupati Agam diwakili Asisten I Sekab. Agam Rahman,S,Ip, MM, Penasehat FKP14 M. Dt. Maruhuh yang juga Sekdako. Bukittinggi, para ninik mamak pasukuan Piliang dan ratusan anak kemenakan.
Prosesi halal bi halal yang diawali dengan ” mandabiah jawi” yang dikonsumsi ribuan peserta halal bi halal bersama deretan jamba yang dibawa para bundo kanduang itu berlangsung semarak.

Pasalnya, acara halal bi halal yang diawali dengan arak -arakan tradisi bajamba, dari mushalla kaum Piliang kompleks Pasar Padang Baru sampai ke lokasi awal di kawasan terminal belakang Pasar, diiringi tambua tansa D’Palano Art yang membuat hingar bingar suasana acara.
Dalam sambutannya, ketua FKP14 Nagari Lubukbasung Meirizal menyebutkan, halal bi halal yang digelar merupakan wujud silaturahmi sesuai program yang disepakati bersama.
Disebutkan, halal bi halal yang dihadiri bupati Agam, pembina FKP14, para ninik mamak, sako dan pusako serta seluruh anak kemenakan kaum suku Piliang Nagari Lubukbasung.
” Kami berharap, moment halal bi halal yang digelar, bisa makin memperkokoh jalinan silaturahmi dalam keluarga besar kaum suku Piliang di Nagari Lubukbasung, ” ulasnya.

Harapan senada disampaikan Martiaswanto Dt. Maruhun, pembina FKP14, yang menyebutkan pihaknya bersama kalangan ninik mamak Piliang mendorong seluruh anak kemenakan untuk selalu padu dalam kebersamaan.
Pasalnya, kebersamaan yang dilandasi semangat bersilaturahmi sangat menentukan berbagai agenda dan program yang disusun, bahkan menjadi kerangka penting untuk merajut sukses dalam menentukan peran membangun nagari.
Sekdako. Bukittinggi itu berharap, program kebersamaan yang sudah diperlihatkan optimal oleh jajaran pengurus FKP14 bisa terus dipertahankan, mengingat kedepan banyak hal yang harus dipersamakan untuk eksistensi FK14 membangun nagari.
Halal bi halal yang dihangatkan dengan tausyiah dari ustad kondang dari Bukittinggi itu, ditutup dengan doa bersama, dan makan bajamba khas tradisi adat Minangkabau.
HARMEN
