Paninjauan, KABA12 — Bupati Agam Dr.H.Andri Warman mengenang masa kecilnya ketika melihat tradisi bahondoh yang digelar saat acara pembukaan Festival Danau Maninjau (FestDaMa) 2024 di Pasar Paninjauan, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (30/7).
Tradisi bahondoh sendiri merupakan sebuah kebiasaan masyarakat di Salingka Danau Maninjau yang dulunya pergi ke sawah secara bersama-sama untuk menggarap lahan pertanian. Tradisi ini jelas mencerminkan nilai-nilai budaya gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, acara ini sangat semarak apalagi dengan adanya tradisi bahondoh ia kembali mengingat kenangan semasa kecil.
“Tradisi bahondoh ini saya kembali teringat masa kecil dulu sebelum melanjutkan kuliah. Saya bersama orang tua pergi ke sawah untuk bertanam padi, ‘mairiak’, ‘manyabik’, ‘malunyah’, dan ‘mancangkua’. Maka dari itu saya harapkan tradisi ini terus dilestarikan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih atas digelarnya kembali FestDaMa pada tahun ini. Ia berpesan agar suasana keakraban di tengah masyarakat terus terbangun dalam wadah-wadah pelestarian adat dan budaya.
“Kami sangat bangga atas digelarnya kembali FestDaMa pada tahun ini. Kami ucapkan terima kasih kepada BPK Wilayah III Sumbar, panitia, Pemprov Sumbar, serta masyarakat yang berkomitmen untuk kesuksesan acara ini. Kita berharap festival ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Ia juga mengaku bangga dengan Kecamatan Tanjung Raya yang terkenal dengan keindahan alam Danau Maninjau, dan kampung halaman tokoh nasional seperti Buya Hamka dan Rasuna Said.
“Kami berharap kebudayaan ini terus terjaga apalagi tambua tansa berasal dari Maninjau, dan dikenal sebagai kampung halaman tokoh nasional bahkan internasional seperti Buya Hamka dan Rasuna Said. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk menjaga kelestarian budaya Salingka Danau Maninjau,” jelasnya.
Gubernur Sumatera Barat, H Mahyeldi mengapresiasi adanya Festival Danau Maninjau yang sudah tiga kali digelar di Kecamatan Tanjung Raya.
“Atas nama pemerintah provinsi saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga dengan FestDaMa yang ketiga ini dan kebudayaan yang ditampilkan ditampilkan bisa menyadarkan kita untuk menjaga, melestarikan dan mewariskan budaya kepada generasi muda,” jelasnya.

Selain menampilkan nilai budaya dan kearifan lokal, kegiatan ini menurutnya memiliki karakter tersendiri yang ada di masyarakat.
“Dengan FestDaMa ini diharapkan kebudayaan di masyarakat akan lebih berkembang dan diketahui, sehingga nilai-nilai dalam festival ini bisa dilaksanakan dalam keseharian masyarakat sekitar,” jelasnya.
Diketahui FestDaMa 2024 digelar selama tiga dari tanggal 29-31 Juli 2024 di Pasar Paninjauan, Nagari Paninjauan. Adapun tema yang diangkat dalam FestDaMa tahun ini yaitu “Mambangkik Batang Tarandam serta Mangumpuaan nan Taserak untuk Pemajuan Kebudayaan Masyarakat Salingka Danau Maninjau”.
Dalam rangkaian kegiatan itu digelar beberapa kegiatan seperti pemutaran film budaya, tradisi bahondoh, eksibisi baju kuruang basiba, penampilan kesenian anak nagari, hingga seminar pelestarian kebudayaan Salingka Danau Maninjau yang menghadirkan para pembicara berkompeten.
(Bryan)
