Gubernur Mahyeldi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Gadang Suku Tanjuang Salingka Danau Maninjau

Duo Koto, KABA12 — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah letakkan batu pertama pembangunan Rumah Gadang Suku Tanjuang Salingka Danau Maninjau di Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (15/5).

Acara seremonial itu dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Iqbal, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, tokoh masyarakat Tanjung Raya H.Bachtiar Camsyah, Pengurus KBRT se- Indonesia, forkopimca, walinagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda dan lainnya.

Gubernur Mahyeldi mengharapkan, keberadaan rumah gadang atau balairung Suku Tanjuang nanti diharapkan dapat memperkokoh nilai adat istiadat yang berlandaskan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS- SBK).

“Mudah-mudahan dengan semangat persatuan dan kekompakan ini bisa berkontribusi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bagi kaum Suku Tanjuang. Termasuk suku- suku lain yang ada di Sumbar ini,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan rumah gadang nantinya juga mampu menguatkan implementasi falsafah ABS SBK di tengah masyarakat.

“Orang Minang itu dipastikan orang Islam, makanya agama itu bagian dari ABS SBK, syarak mangato adat memakai. Mudah-mudahan dengan pembangunan ini dapat menguatkan nilai adat dan mengimplementasikannya di Ranah Minang yang sesuai dengan ABS SBK,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Azwar Samra Dt. Mangkudun menyebutkan, pembangunan rumah gadang diatas lahan 600 meter persegi itu membutuhkan dana sebesar Rp 4 miliar.

“Jumlah dana yang dibutuhkan berkisar Rp 4 M untuk pembangunan rumah gadang ini. Sekarang baru ada dana sebanyak Rp 800 juta yang berasal dari bantuan pemilik perusahaan Indah Cargo,” ujarnya

Dikatakan, rumah gadang tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 2 tahun dengan konsep bangunan 2 lantai. Bangunan lantai 1 akan digunakan sebagai aula, dan lantai 2 untuk aktivitas pertemuan pengurus di dalam ruangan

“Kita targetkan pembangunan lantai 1 bisa rampung dalam tahun ini. Sedangkan lantai 2 bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya,” ungkapnya.

Setelah pembangunannya selesai, Yayasan Keluarga Besar Rang Tanjuang (KBRT) akan menjadikan balairung tersebut menjadi Islamic Center, misalnya pembuatan pondok tahfiz.

“Kita akan buat pondok tahfiz apabila pembangunan rumah gadang Suku Tanjuang ini selesai. Kita menargetkan, murid tahfiz nanti bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz dalam waktu 8 bulan,” sebutnya.
(Bryan)

0Shares