Lubukbasung, kaba12.com — Tingginya kegiatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan Pilkada Serentak 2020, baik untuk prosesi pemilihan bupati-wakil bupati Agam, maupun pemilihan gubernur-wakil gubernur Sumbar memicu kekuatiran banyak kalangan.
Kekuatiran itu terutama mencuat, ditengah masih tingginya angka kasus terkonfirmasi covid-19 di kabupaten Agam, sementara kegiatan warga yang dominan dalam jumlah besar, ditengarai bisa berpotensi memicu penyebaran virus corona, bahkan bisa memunculkan klaster baru di kabupaten Agam.
Walau diakui, sejak Oktober lalu, jumlah kasus terkonfirmasi di kabupaten Agam sudah mulai melandai bahkan cenderung menurun, karena semakin tingginya angka sembuh dari kasus covid-19, namun dikuatirkan, jika masyarakat tidak waspada, akan berdampak luar biasa bagi masyarakat lain di kabupaten Agam.
Kekuatiran itu disebutkan Yosefriawan, Asisten II Sekab.Agam yang kini menjabat plt.Kadinas Kesehatan Agam, pasca dinyatakan terkonfirmasi positif Indra, Kadinkes Agam beberapa waktu lalu.
Dikatakan Yosefriawan, pihaknya kuatir, jika seluruh pihak tidak mewaspadai potensi peyebaran covid-19 di kabupaten Agam, justru akan berdampak lain, dengan munculnya kasus-kasus baru dengan volume yang cukup besar.
Apalagi saat ini, ditengah semangat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Pilkada Serentak, banyak aktivitas warga yang dilakukan secara bersama-sama, yang dikuatirkan bisa memicu penyebaran covid-19.
Untuk mengantisipasinya, seluruh pihak, terutama masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Pilakda Serentak secara langsung untuk selalu waspada, dan menghindari hal-hal yang berpotensi menyebarkan virus corona.
“ Kami himbau masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak aman dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, karena itu kunci penting untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Komitmen anda selamatkan saya, saya selamatkan anda, sangat penting ditanamkan, “tegasnya.
HARMEN
