Maninjau, kaba12.com — Goto royong massal pembersihan aliran Sungai Rangeh di nagari Sungai Batang, kecamatan Tanjung Raya berlanjut Selasa ini, mengingat masih banyaknya material pohon besar, batu dan jenis lain yang memenuhi sepanjang aliran sungai utama di wilayah tersebut.
Pembersihan berlanjut menggunakan perangkat lain, seperti chinsaw, alat pemotong khusus, dan perangkat pengangkut untuk memudahkan proses pembersihan. Bahkan, jumlah personil yang terlibat dalam pembersihan itu akan semakin bertambah melibatkan berbagai elemen yang ada dalam masyarakat.
Proses pembersihan aliran Sungai Rangeh itu menjadi prioritas, karena sungai besar di kecamatan Tanjung Raya itu merupakan salah satu sumber irigasi utama, bahkan menjadi salah satu potensi wisata, yang jika tidak terpelihara dengan baik, justru akan menjadi ancaman besar bahkan berpotensi memicu musibah,seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
Program goro massal pembersihan aliran Sungai Rangeh itu, disebutkan Asisten I Sekab Agam Rahman,S,Ip,MM menjadi salah satu agenda prioritas Pemkab Agam, dibawah BPBD Agam bersama camat Tanjung Raya untuk meminimalisir dampak jika air Sungai Rangeh meluap.
Sebelumnya, Minggu sudah dilakukan goro massal, melibatkan puluhan personil dari BPBD, Satpol PP-Damkar, kecamatan Tanjung Raya, nagari Sungai Batang bersama masyarakata dan pemuda setempat, dimana mayoritas material yang dihanyutkan banjir dari hulu sungai sudah dibersihkan dan dievakuasi ke pinggir sungai.
Diakui Rahman, evakuasi material longsor itu, dilakukan dengan sistim manual, dipotong dengan chinsaw dan diamankan ke pinggir sungai, agar aliran sungai tidak terhambat, “ langkah itu efektif, untuk mengantisipasi luapan Sungai Rangeh, apalagi jika hujan turun, “ sebutnya.
Program antisipasi itu, dijadualkan berlanjut sampai sepanjang aliran Sungai Rangeh itu aman dan bersih dari material kayu dan batu-batu besar yang menghambat laju aliran air, sehingga potensi banjir dan dampak lain bisa diantisiipasi sejak dini.-HARMEN.-
