Galodo Hantam IV Koto, Banjir Lumpur Lumpuhkan Akses Warga

IV Koto, kaba12 — Dampak hujan lebat sejak Sabtu, (11/5) sore memicu serangkaian bencana di Kabupaten Agam. Selain longsor di beberapa lokasi, juga banjir bandang menghantam wilayah Galudua, kecamatan IV koto, Sabtu malam.

Dampak “galodo” yang terjadi di wilayah IV Koto itu, menyebabkan tumpuhan lumpur, bat-batu besar dan kayu yang melumpuhkan akses warga di wilayah itu. Tidak hanya memenuhi areal pemukiman dan merusak sarana prasarana, tumpahan banjir bandang itu, juga memutuskan akses jalan propinsi ruas Maninjau-Padanglua-Bukittinggi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh data resmi dari BPBD Agam ,baik areal , sarana dan dampak lain yang terpicu oleh banjir bandang tersebut. pasalnya, saat ini tim BPBD Agam sedang bergerak ke lokasi kejadian untuk memantau potensi bencana.

Musibah banjir bandang itu dibenarkan Budi Perwira Negara, Kalak BPBD Agam menjawab kaba12 Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Disebutkan, musibah banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu sore, sehingga memicu luapan aliran sungai yang diduga berasal dari kaki gunung SInggalang. Luapan aliran sungai itu banjir meluap sampai ke permukaan jalan, menjadikan jalur jalan menjadi alur sungai dengan gemuruh yang menakutkan.

Ditambahkan Budi, pihaknya masih menghimpun data di lapangan, terkait dengan muisibah galodo yang terjadi di Galudua, namun disebutkan di lapangan, petugas sudah melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk pengalihan ruas jalan, karena saat ini, ruas jalan sudah berubah menjadi aliran sungai besar.

“ Segera kita informasikan perkembangan penanganan di lapangan, “sebutnya.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, banjir bandang yang terjadi di Galudua mulai terlihat sejak pukul 21.50 WIB, bahkan banyak warga yang terjebak banjir, karena akses jalan tertutup material lumpur, kayu-kayu dan batu besar. Sejauh belum diperoleh informasi resmi dari pihak terkait di Pemkab.Agam.

(HARMEN)

0Shares