Sungai Batang, kaba12 — Disdikbud Agam gelar Focus Group Discussion (FGD) mengangkat tema Manfaat Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka dalam Rangka Mengimplementasikan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di halaman Museum Buya Hamka, Sungai Batang,Kamis, (22/6).
Dari 10 OPK masing-masing tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, pemikiran rakyat, dan olahraga tradisional, FGD membahas detail Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yaitu tradisi lisan, dimana Buya Hamka memiliki narasi lisan yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan dituangkan dalam bentuk tulisan di setiap bukunya.

FGD yang menghadirkan empat orang narasumber diantaranya Dr.Amril Amir, MPd Dt.Lelo Basa Dosen Pasca Sarjana FBS UNP yang juga Ketua LKAAM Sumatera Barat, Ketua LKAAM Agam H. Junaidi Dt.Gampo Alam Nan Hitam, dan Pamong Budaya Bidang Kesejarahan BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wil. III Sumatera Barat Rahmadona dan Efrianto.
Bupati Agam yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ir. Ermiati, MSP, menyebutkan kebudayaan Minang yang diwariskan ini dijaga dan dipelihara dengan baik, salah satunya yaitu warisan Buya Hamka yang sosoknya sudah dikenal dunia. “Buya Hamka adalah kebanggaan kita orang Minang,” tegasya.
Bupati Agam meminta generasi muda dapat menjaga, memelihara, dan mempromosikan budaya Minangkabau yang sudah dihormati dan dihargai oleh dunia salah satunya melalui Museum Buya Hamka.
Ketua LKAAM Agam H.Junaidi Dt.Gampo Alam Nan Hitam, LKAAM memiliki tugas pokok untuk mengenalkan adat dan budaya kepada anak kemenakan agar dipahami, “tugas kita bersama memelihara museum Buya Hamka yang ada di Kabupaten Agam, kita lestarikan dan tingkatkan kapasitasnya,” ungkapnya.
Sementara dalam laporannya, Jupri, SPd,Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Agam menjelaskan,
Museum Buya Hamka memiliki koleksi 118 buku, 9 lukisan, 9 tongkat, 8 pakaian, 3 Roket Ikan, 3 pagar lindung, 3 lukah ikan, 2 kursi hanif, 2 lampu hias lama, cenang, tembok ikan, mesin tim, lemari pakaian, koper, carano, topi, pariuk, tempat tidur, layang-layang dan pukat.
Ditambahkan, FGD yang dihadiri perwakilan DPMN Agam, Disparpora Agam, Diskominfo Agam, guru literasi, komunitas GERCAB (Gerakan Cinta Agama, Adat, dan Budaya), LSM dan Komunitas Penggiat Budaya, termsauk anak bungsu Buya Hamka Amir Syakif Hamka.
-HARMEN-
