Festival Muharram 1440 Hijriah, Nagari Madani-Wujud Agam Madani
Sabtu, 15 September 2018 menjadi moment puncak dalam rangkaian peringatan tahun baru Islam, Muharram 1440 hijriah di kabupaten Agam. Setelah sepekan sebelumnya, beragam kegiatan digelar menjalar hampir di seluruh kecamatan dan nagari, kegiatan puncak sengaja digelar Pemkab Agam yang dipusatkan di kantor bupati Agam.
Sepanjang Sabtu ini, suasana terasa beda di kabupaten Agam, pasalnya seluruh potensi yang ada muncul menguguhkan kebolehannya dalam bidan agama, tidak hanya dalam aktivitas seni-budaya, tapi juga kepiawaian dalam tahfizh Quran, nasyid, rebana, dan tambua tansa menyatu dalam moment sakral yang disuguhkan para pelajar di kabupaten Agam.
Bahkan,tak jauh beda dibanding moment perayaan HUT RI ke-38 bulan lalu, moment semarak tahun baru hijriah di kabupaten Agam, juga semarak dengan pawai taaruf, yang diikuti lebih dari 3000 peserta dari berbagai komunitas.
Pusat pemerintahan kabupaten Agam betul-betul semarak dengan rangkaian kegiatan yang digelar sejak pagi, dihadiri langsung bupati Agam H.Indracatri Dt.Malako nan Putiah, bersama unsur pimpinan daerah lain, sehingga kota Lubukbasung betul-betul semarak.-(*).-
Ribuan Warga Banjiri Lubukbasung, Pawai Taaruf Semerakkan Tahun Baru Hijriah
Moment pawai taaruf dalam kegiatan puncak peringatan tahun baru Islam, Muharram 1440 hijriah di kabupaten Agam, betul-betul menjadi event pamungkas dari serangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan pemerintah di beberapa kecamatan dan nagari di kabupaten Agam sepekan terakhir.
Tercatat lebih adri 3000 peserta ambial bagian dari moment pawai taaruf yang dilepas bupati Agam H.Indracatri di depan kantor bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung, Sabtu,(15/9).
Peserta pawai yang terdiri dari berbagai sekolah dan lembaga keagamaan yang ada di kabupaten Agam itu, mengambil rute kantor bupati Agam-Simpang Surau Kariang-Simpang Tembok-Simpang Tigo-kantor bupati Agam itu, mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat.
Dibuktikan, ribuan warga ikut meramaikan moment tahunan yang beberapa tahun terakhir digelar rutin Pemkab Agam, bahkan menjadi agenda resmi daerah yang disebar ke seluruh kecamatan dan nagari.
Ketua panitia acara puncak festival Muharram 1440 hijriah Pemkab Agam Teddy Martha, menyebutkan, pihaknya sengaja menggelar berbagai acara dalam kegiatan puncak festival Muharram tingkat kabupaten Agam, selain beragam pagelaran bidang keagamaan, juga paleran tambua tansa dari berbagai sekolah di kabupaten Agam, termasuk event lomba pawai taaruf.
“ Moment ini, menjadi salah satu agenda penting, karena banyak kegiatan yang digelar sehari penuh di Lubukbasung yang dihadiri seluruh unsur terkait di Pemkab Agam dan tokoh masyarakat tersebut, karena tahun ini, kita menghadirkan nuansa yang berbeda, “ sebut Teddy Martha yang juga kepala dinas BPMN Agam itu.-(*).-
Festival Muharram 1440 Hijriah, Moment Evaluasi Nagari Madani
Puncak peringatan tahun baru Islam yang digelar Pemkab Agam di kompleks kantor bupati Agam dengan tajuk festival Muharram 1440 hijriah, Sabtu, (15/9) menjadi salah satu ajang evaluasi sukses pelaksanaan nagari madani yang dicetuskan pemerintah.
Evaluasi itu, tidak hanya dalam konteks peran aktif masyarakat, tapi juga aktualisasi dan pemahaman masyarakat terhadap program Agam madani yang dijabarkan dalam aktivitas harian masyarakat dengan nagari madani.
Beberapa catatan penting yang disampaikan bupati Agam H.Indracatri Dt.Malako nan Putiah,program Agam madani yang sudah dijalarkan di berbagai aktivitas harian masyarakat tersebut, termasuk ke seluruh sekolah berbagai tingkatan itu, sudah memperlihatkan kemajuan yang mengesankan.
Kepedulian dan aktivitas masyarakat bernuansa madani, justru semakin tinggi dibuktikan dengan beragam program pendidikan keagamaan, kegiatan MDA-MDW, kegiatan didikan subuh , BKMT, program taharah masjid, serta berbagai kegiatan lain yang kini semakin menjalar ditengah masyarakat Agam.
Secara khusus, bupati Agam H.Indracatri mengaku bangga dengan partisipasi aktif masyarak dalam semarak peringatan tahun baru Islam, Muharram 1440 hijriah. Hal itu terlihat, sejak sepekan sebelum tahaun baru Islam, di berbagai nagari dan kecamatan sudah mebggelar berbagai acara bernuansa keagamaan, baik lomba tahfidz, hafidz, serta berbagai kegiatan lain termasuk pawai taaruf yang merata di beberapa kecamatan.
“ Dari aspek ini, kita lakukan evaluasi terhadap realisasi program Agam madani, yang kini secara spesifik bergerak di seluruh nagari dengan konsep nagari madani yang memberi dampak positif dalam setiap aktivitas rutin masyarakat, “ sebut Indracatri.-(*).-
Lagu Nagari Madani Dilounching
Sebagai wujud perhatian luar biasa, dan keepdulian akan sukses program nagari madani, bupati Agam H.Indracatri meluncurkan lagu karyanya berjudul Nagari Madani. Lagu ciptaan Indracatri bersama Indra Rusli, Kadinkes Agam itu, sudah dipersiapkan sejak tahun 2017 lalu.
Lagu yang memuat pesan-pesan moral sebagai wujud motovasi bagi masyarakat dalam mengimplementasikan program nagari madani, yang memuat 7 kreteria penting yang sudah ditetapkan Pemkab Agam.
Lagu terbaru bupati Agam itu, diluncurkan saat festival Muharram 1440 hijriah di halaman kantor bupati Agam, Sabtu, (15/9) yang dinyanyikan paduan suara siswa-siswi SMP se kabupaten Agam yang mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.
Lagu khusus yang dikarang bupati Agam itu, merupakan bagian dari komitmennya untuk mendorong masyarakat untuk berperan optimal dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan pemerintah, untuk merealisasikan program nagari madani, karena hal itu sangat krusial untuk memperkokoh landasan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang menjadi acuan utama bagi Pemkab Agam dalam melaksanakan berbagai kegiatan, “ kita upayakan berbagai program untuk menyampaikan pesan-pesan mewujudkan nagari madani kepada masyarakat, termasuk melalui lagu, “ sebut Indra Catri.
Disebutkan, kekuatan penting nagari madani adalah, pelaksanaan ABS-SBK, dengan 7 kreteria yang harus diterapkan di seluruh nagari, sebagai wujud nagari madani yang sesungguhnya, dilandasi semangat ukhuwah Islamiyah.
Menurut Indracatri, evaluasi 1 tahun pelaksanaan nagari madani, banyak perubahan dan terobosan yang sudah dilakukan jajaran pemerintah nagari dan kecamatan, yang diarahkan berbagai OPD terkait, khususnya DPMN Agam dengan perda pemerintahan nagari.
Walau demikian, pihaknya bersama unsur terkait, secara konsisten dan terarah akan terus melakukan evaluasi untuk merealisasikan nagari madani yang sesungguhnya, “ peran ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, cadiak pandai dan parik paga nagari, sangat menentukan , program yang fokus dan terakhir, dilandasi semangat kebersamaan, akan menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan nagari madani, untuk kemajuan kabupaten Agam , “ ulasnya.-(*).
Lagu Nagari Madani Akan Dilombakan
Gerakan nagari madani yang dicetuskan Pemkab Agam setahun lalu, implementasinya terus dilakukan dengan berbagai program. Tidak hanya dengan aplikasi khusus menerapkan 7 kreteria yang sudah ditetapkan, tapi juga melalui berbagai media, termasuk lagu.
Bahkan, secara khusus bupati Agam H.Indracatri menciptakan lagu Nagari Madani untuk menyampaikan pesan-pesan khusus tentang nagari madani yang harus diaktualisasikan masyarakat di nagari.
Pesan moral yang tertuang khusus dalam lagu nagari madani yang diciptakan bupati Agam itu diluncurkan dalam festival Muharram 1440 hirjiah di halaman kantor bupati Agam, Sabtu, (15/9) bahkan sudah dinyanyikan paduan suara siswa-siswi SMP se kabupaten Agam.
Bahkan direncanakan, lagu Nagari Madani itu akan diperlombakan secara khusus dalam waktu dekat, “ sasarannya, agar menjadi bagian dari sosialisasi pelaksanaan gerakan nagari madani, sekaligus untuk membangun pemahaman bersama seluruh elemen masyarakat, tentang pentingnya gerakan nagari madani tersebut, “ jelas Teddy Martha, ketua panitia festival Muharram 1440 hijriah kabupaten Agam.
Lomba lagu nagari madani itu, akan digelar berjenjang, tidak hanya untuk kalangan siswa-siswi sekolah di berbagai jenjang, tapi juga berbagai unsur masyarakat , dengan harapan terbangun komitmen bersama, untuk menjalarkan semangat gerakan nagari madani, sekaligus mengimplementasikan 7 kreteria nagari madani yang sudah ditetapkan.
“ Tekhnisnya, akan dibahas dalam waktu dekat, namun pesan moral yang dikandung dalam lagu nagari madani, sepenuhnya memuat 7 kreteria yang mesti terlaksana dalam nagari madani, termasuk tuntutan peran nyata unsur ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, parik paga, bundo kanduang dan masyarakat, “ ulas Teddy Martha.-(*)
