Paninjauan, KABA12 — Festival Danau Maninjau (FestDaMa) 2024 di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam resmi dibuka, Selasa (30/7). Acara ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 29-31 Juli 2024.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan tambua oleh Gubernur Sumatera Barat H Mahyeldi didampingi sejumlah pejabat di atas panggung utama di Pasar Paninjauan.
Koordinator Tim Kurator sekaligus Ketua KAN Paninjauan, Ediwar dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk melestarikan kebudayaan Minangkabau khususnya di Salingka danau Maninjau.
Acara itu akan menampilkan beberapa tradisi budaya Minangkabau diantaranya tradisi bahondoh, eksebisi baju kuruang basiba, permainan tradisional, penampilan kesenian, simuntu, dan seminar.

“Khusus untuk tradisi bahondoh adalah tradisi lama masyarakat di Salingka Danau Maninjau yang mencerminkan gotong royong dan kebersamaan. Dimana masyarakat turun ke sawah untuk menggarap lahan pertanian secara bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, acara ini merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa karena ikut melestarikan kebudayaan Minangkabau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung acara FestDaMa di Paninjauan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar diwakili Ketua tim kerja WBTB Hasanadi menjelaskan Festival Danau Maninjau 2024 merupakan kegiatan yang ketiga kalinya digelar oleh BPK Wilayah III Sumatera Barat.
Pada tahun 2022 kegiatan itu dipusatkan di Nagari Sungai Batang, kemudian tahun 2023 di Nagari Maninjau, dan tahun 2024 kembali diadakan di Nagari Paninjauan.
“FestDaMa 2024 mengangkat tema mambangkik batang tarandam untuk kemajuan kebudayaan masyarakat di Salingka Danau Maninjau,” katanya.
Ia menyebut, sudah tiga tahun acara Festival Danau Maninjau dilaksanakan dalam rangka ‘mambangkik batang tarandam’ pada konteks kebudayaan.

“Kebudayaan dan tradisi Minangkabau ini perlu kita angkat dan lestarikan agar tidak punah akibat perkembangan zaman,” ungkapnya.
Bupati Agam Dr H Andri Warman menyampaikan, terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung kegiatan FestDaMa 2024.
Menurutnya, acara ini sangat semarak apalagi dengan adanya tradisi bahondoh ia kembali mengingat kenangan semasa kecil.
“Tradisi bahondoh ini saya kembali teringat masa kecil dulu sebelum melanjutkan kuliah. Saya bersama orang tua pergi ke sawah untuk bertanam padi, ‘mairiak’, ‘manyabik’, ‘malunyah’, dan ‘mancangkua’. Untuk itu saya harapkan tradisi ini dapat terus berlanjut di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya berharap keakraban masyarakat dalam membangun dan melestarikan kebudayaan dapat terus berlanjut sehingga bisa diwariskan kepada generasi muda .
“Saya harap tradisi-tradisi kebudayaan di Salingka Danau terus dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu,” katanya
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat H Mahyeldi mengapresiasi adanya Festival Danau Maninjau yang sudah tiga kali digelar di Kecamatan Tanjung Raya.
“Atas nama pemerintah provinsi saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga dengan FestDaMa yang ketiga ini dan kebudayaan yang ditampilkan ditampilkan bisa menyadarkan kita untuk menjaga, melestarikan dan mewariskan budaya kepada generasi muda,” jelasnya.
Selain menampilkan nilai budaya dan kearifan lokal, kegiatan ini menurutnya memiliki karakter tersendiri yang ada di masyarakat.
“Dengan FestDaMa ini diharapkan kebudayaan di masyarakat akan lebih berkembang dan diketahui, sehingga nilai-nilai dalam festival ini bisa dilaksanakan dalam keseharian masyarakat sekitar,” jelasnya.-
(Bryan)
