Lubukbasung, kaba12.com — Ditengah penanganan tugas berat menghadapi pandemic covid-19, kabar gembira kembali ditorehkan kabupaten Agam.
Pemerintah Kabupaten Agam kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya, dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat, sesuai laporan hasol pemeriksaan (LHP) dalam implementasi penggunaan APBD tahun 2019. Predikat WTP ini bahkan diraih kabupaten Agam 6 kali berturut-turut setiap tahun, sejak tahun 2014 lalu.
Mengutip amcnews.com, pemberian opini WTP kepada Pemkab.Agam berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Agam, melalui video conference, Kamis (25/6) bersama kepala BPK RI Perwakilan Sumbar dengan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah, Ketua DPRD Agam, Novi Irwan, Sekab Agam, H.Martias Wanto Dt.Maruhun, Asisten III Sekab.Agam H.Edi Junaidi Dt.Gampo Alam nan Hitam dan Hendri,G Kepala Bakeuda Agam.
Kembali diraihnya predikat WTP untuk LHP implementasi APBD 2019 itu, menjadi catatan penting bagi Pemkab.Agam, pasalnya selain sebagai prestasi yang 6 tahun dirilis secara berturut-turut, untuk tahun ini, prestasi itu diraih ditengah Pemkab.Agam menghadang tugas berat dalam kegiatan darurat percepatan penanganan covid-19.

Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri mengungkap terimakasih pada BPK RI, yang selama ini terus membimbing dan mengarahkan jajaran pemerintah dalam mengawal pelaksanaan anggaran keuangan daerah, sehingga pengelolaan keuangan serta pelaksanaan program pembangunan di kabupaten Agam dapat terwujud sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Disebutkan Indra Catri, predikat opini WTP yang diraih Pemkab.Agam Kabupaten Agam, merupakan hasil kerja keras semua pihak baik eksekutif dan legislatif serta dukungan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola keuangan pemerintah yang baik yang diharapkan menjadi motivasi dalam meningkatkan pengelolaan keuangan daerah dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Diingatkan bupati, dengan prestasi berturut-turut meraih WTP, seluruh aparatur pemerintah di kabupaten Agam agar tidak cepat berpuas diri, karena hal itu mesti menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja, untuk kabupaten Agam yang lebih baik.
HARMEN
