Maninjau, KABA12 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam tengah mempersiapkan sebuah terobosan baru dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
Program yang dinamakan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) ini dirancang sebagai agrowisata mini yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk anak-anak dan masyarakat.
Kepala Rutan Maninjau, Joko Prayitno SH menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kemandirian warga binaan.
“Kita akan memanfaatkan lahan di belakang rutan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, timun, terong, jagung, dan cabai. Adapun metode tanam yang digunakan adalah tabulampot atau tanaman buah dalam pot,” ujarnya saat ditemui KABA12, Senin (30/6).
Menurutnya, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam aspek ketahanan nasional melalui sektor pertanian.
Selain untuk pembinaan warga binaan, lanjutnya, lokasi ini akan dibuka sebagai tempat agrowisata mini yang dapat dikunjungi pelajar dan masyarakat umum guna belajar mengenai pertanian sederhana.
“Harapannya, program ini bukan hanya menjadi pembinaan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat,” kata mantan Kepala Lapas Kelas III Sukamara, Kalimantan Tengah itu.
Dijelaskan, program SAE ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada awal Juli 2025, dan menjadi yang pertama kalinya diterapkan di Rutan Maninjau.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh baik bagi rutan lain dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
(Bryan)
