Dr.Eva Krisna : Indonesia Darurat Bahasa Nasional

Lubukbasung, kaba12.com — Saat ini Indonesia tengah dilanda bencana bahasa yang cukup memusingkan sejumlah kalangan. Munculnya budaya kebarat-baratan salah satu pemicu kurangnya perhatian masyarakat terhadap bahasa itu sendiri.

Seperti yang diungkapkan Dr. Eva Krisna, salah satu narasumber pada Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang, Selasa(19/11) dia aula Bappeda Agam.

“Saat ini, diberbagai tempat di Indonesia sudah banyak terjangkit virus budaya barat. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah tempat objek wisata, yang dahulunya memakai bahasa daerah atau bahasa Indonesia, sudah berganti dengan bahasa asing,”ungkapnya.

Disamping itu, kurangnya mutu atau kualitas dari tenaga pendidik juga sebagai salah satu faktor, kurangnya perhatian bangsa terhadap jati diri bangsa itu sendiri.

“Kita sama-sama mengetahui bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa yang harus dijunjung tinggi sebagaimana dimaklumatkan dalam Sumpah Pemuda.

Namun dengan kualitas atau mutu tenaga pendidik yang kurang memahami penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan atau kaidah yang berlaku, menjadi pemicu generasi muda tidak mengenali bahasanya sendiri, bahkan antara kata baku, tidak baku, maupun bahasa yang diserap dari bahasa asing, sering di campuradukkan dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, pemakaian bahasa asing dijadikan prioritas utama pada zaman saat ini,”terangnya.

Untuk itu, pihaknya tengah mempersiapkan langkah- langkah guna mengembalikan jati diri bangsa melalui penggunaan bahasa di segala bidang, sesuai dengan ketentuan yang baik dan benar.

“Kita tengah mempersiapkan sejumlah langkah guna mengembalikan penggunaan bahasa Indonesia menjadi diri bangsa ini sesuai yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 pasal 36,” tambahnya.

Disamping itu, ia juga berharap kedepannya dengan penyuluhan penggunaan bahasa ini, lebih memberikan ruang yang luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita berharap melalui penyuluhan ini, penggunaan bahasa Indonesia lebih baik dan sesuai dengan motto kami “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing,”jelasnya.

(Ardi)

0Shares