Panampuang, kaba12 — H.Ade Rizky Pratama, Anggota Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan gelar sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Minggu (26/11).
Sosialisasi dengan materi pengaruh kesehatan jiwa dalam mencegah stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu dihadiri ratusan warga termasuk Bupati Agam Dr.Andriwarman.
Menurut Bambang Purwanto, Direktorat Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, kesehatan mental ibu saat hamil dan pasca melahirkan serta usia emas anak pada balita bisa memengaruhi terjadinya stunting, “kondisi stres atau baby blues seorang ibu menyebabkan depresi panjang yang berpengaruh terhadap anak,” ujarnya.
Disebutkan, menjaga kesehatan mental ibu sangat mempengaruhi lahirnya generasi yang sehat dan cerdas,“peran kedua orang tua sangat besar untuk mencegah anak dari stunting. Contohnya Sumbar, banyak lahir tokoh nasional sejak dulu,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sosialisasi dan edukasi harus terus menerus dilakukan, “kaya atau rupawan itu mungkin takdir, tapi menjadikan anak hebat melalui kepintaran itu merupakan hasil dari ikhtiar atau usaha dari penanggungjawab keluarga,” kata Bambang Purwanto lagi.

IQ Orang Indonesia 78,49
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama menyebutkan, berdasarkan laporan dari World Population Review 2023, rata-rata skor IQ orang Indonesia adalah sebesar 78.49.
Angka tersebut merupakan paling rendah di antara negara di Asia Tenggara lainnya, kecuali Timor Leste yang memiliki skor yang sama dengan Indonesia, “berdasarkan dari hasil tersebut, mengindikasikan bahwa daya otak, kemampuan, dan bakat anak-anak Indonesia sangat perlu diasah secara maksimal,” kata Ade.
Rendahnya skor IQ rata-rata orang Indonesia juga dapat disebabkan karena beberapa faktor, antara lain pernikahan usia dini, putus sekolah, rendahnya literasi, kualitas pendidikan, hingga stunting.
“Untuk dapat membangun SDM Indonesia yang berkualitas, pemerintah melakukan upaya peningkatan kapasitas, kualitas, dan kapabilitas guna mencapai Indonesia Emas pada 2045,” katanya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, sudah dipublis Menteri Kesehatan pada 25 Januari 2023 lalu, bahwa angka prevalensi Stunting di Sumbar mengalami kenaikan sebesar 1,9 persen, dari posisi 23,3 menjadi 25,2 persen. Sementara untuk Kabupaten Agam di angka 20,84.
Dorong Indonesia Emas 2045
Bupati Agam, Dr H Andri Warman saat membuka kegiatan itu menyebutkan, melahirkan generasi yang berkualitas di masa mendatang, sudah menjadi program di daerah itu, ” ini diawali dengan kesehatan dan pendidikan yang baik, sehingga Indonesia emas 2045 bisa tercapai,” sebutnya.
Dikatakan, kesehatan dan pendidikan generasi menjadi salah satu fokus Pemkab Agam, karena dirinya berharap Agam kembali bisa melahirkan tokoh-tokoh terkemuka di republik ini.
“Dahulu Agam terkenal dengan tokoh-tokoh hebat, tidak hanya di Indonesia tapi juga diberbagai negara. Ini yang akan kembali dibangkitkan, dengan memperhatikan sejak dini kesehatan dan pendidikan generasi kita,” ujarnya seperti dilansir amcnews.com.
-HARMEN.-