Kaba Terkini

DPR RI dan Kemenkominfo Rangkul Pemda Optimalkan Percepatan Migrasi TV Digital

Jakarta, KABA12.com — DPR RI dan Kemenkominfo siapa merangkul pemerintah daerah untuk optimalkan percepatan migrasi TV digital. Hal ini ditegaskan dalam diskusi publik virtual sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan seremoni penyerahan Set Top Box (STB) Kementerian Kominfo Bersama Komisi I DPR RI, Rabu (30/11).

Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menjelaskan, migrasi dari TV analog ke TV digital merupakan proses transisi dari televisi analog menjadi digital yang menjadi salah satu kebijakan nasional yang diupayakan oleh pemerintah sudah sejak tahun lalu. Hal ini sesuai dengan amanat yang Undang Undang nomor 11 tahun 2020 atau dalam salah satu pasal cipta kerja mengatur tentang pemberhentian siaran Analog dan melakukan latihan secara digital.

“Sehingga dengan adanya program ini, diharapkan dapat diimplementasikan dan diharapkan mampu ikut menyelesaikan program tersebut. Oleh karena itu urgensi atau konten agregator dan lain sebagainya kemudian juga selain untuk percepatan digitalisasi program ini juga dapat memberikan efisiensi spektrum dan peningkatan kualitas dari layanan internet, jangkauan siaran internet yang lebih merata di Indonesia,” jelasnya.

Transformasi digital itu telah menjadi tuntutan, menjadi keharusan dalam kehidupan bermasyarakat dan tentunya ini juga mempengaruhi seluruh unsur sosial. Secara garis besarnya urgensi percepatan ini agar masyarakat lebih produktif dalam berkarya di era yang sudah semakin canggih dengan dioptimalkannya pemanfaatan internet yang didukung dengan adanya pemerataan akses infrastruktur digital yaitu ini diperlukan agar bisa memenuhi hak-hak masyarakat dalam mendapatkan siaran baik dari sisi audio maupun visual nya.

“Kami DPR RI dengan Kemenkominfo dari pemerintah akan terus berupaya agar bisa mengoptimalkan percepatan termasuk kerjasama dengan Pemda setempat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak paham atau kaget dengan adanya peralihan,” ungkapnya.

Verdy Firmantoro, Dosen Komunikasi Politik FISIP UHAMKA, menyampaikan, proses migrasi penyiaran TV analog ke digital di Indonesia dilakukan secara bertahap. Hal ini meliputi, migrasi TV digital, migrasi TV digital dan pasca migrasi TV digital (Pengaturan tentang tahapan migrasi TV Digital ada di Peraturan Menteri nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Siaran).

“Siaran TV digital bukan merupakan streaming internet atau layanan televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau kabel. Dengan beralih ke TV digital, pengguna tidak perlu memakai kuota internet atau biaya berlangganan untuk mengaksesnya. Jika TV yang ada di rumah telah dilengkapi dengan teknologi penangkap Digital Video Broadcasting Terrestrial generasi kedua (DVB-T2), sudah bisa langsung menangkap siaran digital. Pengguna langsung bisa scan atau pindai channel secara otomatis siaran TV digital dapat diakses,” jelasnya.

Dr. Rosarita Niken Widiastuti, Staf Khusus Menkominfo, menyampaikan, ada lima langkah percepat transformasi digital, lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan insfrastruktur digital dan penyediaan layanan internet. Persiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis. Baik di sektor pemerintah, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran.

“Selanjutnya percepatan migrasi pusat data rasional, siapkan kebutuhan SDM talenta digital. Yang berkaitan dengan regulasi, selama pendataan dan pembiayaan segera disiapkan secepatnya. Sampai saat ini kominfo telah melakukan pendistribusian bantuan STB untuk Rumah Tangga Miskin, dengan mekanisme melakukan verifikasi dan validasi KTP dan KK calon penerima bantuan yang terdaftar di Data Terpadu kemensos,” ungkapnya.

(Ophik)

To Top