Dishut Gelar Pertemuan Pengelola Ekowisata se- Sumbar

Lembah Gumanti, KABA12 — Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat mengadakan pertemuan dengan pengelola ekowisata perhutanan sosial tingkat provinsi di Kawasan Ekowisata Hkm Bukik Batabuah Solok Radjo, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Minggu (29/9).

Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari Minggu- Senin (29-30/9) dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang. Para peserta berasal dari kelompok perhutanan sosial se- Sumbar yang memiliki potensi ekowisata, dan penyuluh PNS
Pendamping/PNS UPTD KPH Lingkup Dinas Kehutanan Sumbar.

Pertemuan tersebut juga mendatangkan sejumlah narasumber diantaranya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat dan Hutan Adat, Kepala UPTD KPHL Solok, Ketua Tim Kegiatan Penyiapan dan Pengembangan Perhutanan Sosial, Ritno Kurniawan dari KUPS Ekowisata Nyarai LPHN Salibutan Lubuk Alung, Alfadriansyah dari KUPS Ekowisata Bukik Batabuah HKm KSPU Solok Radjo Kabupaten Solok, dan Muhammad Yahdi dari KUPS Ekowisata Taram LPHN Taram Kabupaten Limapuluh Kota.

Kabid PPMHA Dishut Sumbar, Kusworo mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong pengelolaan hutan yang berbasis pada masyarakat sekitar kawasan hutan.

Melalui program pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) yang telah dimulai sejak tahun 2012, katanya, tercatat sudah ada sekitar 319 ribu hektar kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Sumatera Barat telah diberikan hak kelolanya kepada 239 kelompok perhutanan masyarakat.

Ia menyebut, perhutanan sosial juga memiliki potensi wisata yang sangat beragam mulai dari pemandangan alam, air terjun, camping ground, paralayang, wisata pantai, flying fox dan lainnya.

“Potensi tersebut sangat menjanjikan jika dikelola dan dimanfaatkan dengan manajemen yang baik. Salah satunya melalui pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang bergerak di bidang ekowisata,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra berharap pertemuan itu dapat menambah pengetahuan peserta dalam pengembangan ekowisata di lokasi perhutanan sosial, pengetahuan tentang kualitas pelayanan, serta manajemen pengelolaan ekowisata.

“Selain itu, para peserta diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan tentang membangun jejaring kepariwisataan untuk memperkuat pengelolaan ekowisata,” katanya.

(Bryan)

0Shares