Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi terima kunjungan kerja Dinas Kesehatan Agam, di Aula Balaikota, Selasa (06/08). Suksesnya UHC Bukittinggi, jadi pemicu keinginan Pemkab Agam untuk dapat menerapkan jaminan kesehatan masyarakat di daerah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Agam, dr. Hendri Rusdian, menjelaskan, kunjungan kerja dinkes Agam ke Bukittinggi, dalam rangka mempelajari strategi Pemko dalam menerapkan program Universal Health Coverage (UHC). Karena Bukittinggi, menjadi salah satu daerah terbaik di Sumatra Barat dalam penerapan program jaminan kesehatan untuk masyarakat itu.
“Kami di Kabupaten Agam, ingin mempelajari kiat kiat Pemko Bukittinggi, dalam menerapkan program UHC. Suksesnya Bukittinggi, bahkan menjadi terbaik di Sumbar dan mendapat penghargaan juga dari pemerintah pusat. Kami juga ingin meningkatkan layanan kesehatan masyarakat ini di Kabupaten Agam kedepannya, salah satunya melalui program UHC,” jelasnya.
Wali Kota Bukittinggi, melalui Sekda, Martias Wanto, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, menyampaikan apresiasi pada Dinas Kesehatan Agam, yang melakukan kaji banding ke Kota Bukittinggi. Pemko Bukittinggi, memang konsen dalam memperjuangkan program ini di tengah masyarakat, agar dapat mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah tanpa memikirkan biaya.

“Jumlah cakupan kepesertaan Kota Bukittinggi per 1 Agustus 2024 yaitu 137.357 jiwa atau 99,15 % dari jumlah penduduk Semester II Tahun 2023. Jumlah peserta aktif di Kota Bukittinggi per 1 Agustus 2024 sejumlah 108.502 atau 78,32% dari jumlah penduduk Semester II Tahun 2023,” jelasnya.
Untuk membantu warga, lanjut Sekda, Wali Kota Bukittinggi juga telah menginstruksikan SKPD terkait, untuk dapat menganggarkan dana bantuan iuran peserta BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. Sehingga, bagi warga yang belum menjadi peserta JKN-KIS, dapat dibantu dan dibiayai iuran untuk mereka.
“Sehingga, sejak 2023 program UHC di Bukittinggi melesat jauh. Mulai dari jumlah kepesertaan 92 persen lebih, kemudian kita bantu anggarkan di APBD setiap tahunnya, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan yang hingga kini mencapai 99 persen lebih. Dana APBD hingga Rp 10 milyar itu, digunakan untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Anggaran untuk iuran kesehatan itu, dibuat dalam dua program. Dana JKSS (Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato) Kota Bukittinggi dan Dana Jaminan Kesehatan Bukittinggi Sehat.
“Kami yakin, dengan kaji banding ke Bukittinggi ini, Kabupaten Agan pada tahun 2025 atau 2026 mendatang, juga akan mencapai UHC,”ujarnya.
(Harmen/*)
