Dimasa Sulit, KPM PKH Nagari Nan Tujuah Graduasi Mandiri

Lubukbasung, kaba12.com — Dimasa-masa sulit, saat darurat pandemic covid-19 melanda dunia, yang kebanyaka warga membutuhkan bantuan pemerintah, namun dua wanita tangguh yang terdaftar sebagai KPM PKH Nagari Nan Tujuah, Palupuah, memutuskan untuk graduasi mandiri dari kepesertaannya sebagai anggota PKH.

Dua ibu ini, masing-masing Retna Yulita, warga jorong Tunggua Banioe Bateh Rimbang, Nagari Nan Tujuah, Palupuah dan Ruth Dayanti warga Jorong Bateh Sariak, nagari Nan Tujuah, Palupuah, memutuskan untuk graduasi mandiri dan berharap, kedepan tidak akan menerima bantuan dari pemerintah dan bantuan yang selama ini diterimanya bisa dialihkan pada warga yang lebih membutuhkan.

Menurut Kadinas Sosial Agam Rahmi Artati melalui Kabid.Linjamsos Dinsos Agam, pihaknya bersama Riska, pendamping PKH Palupuah, mengaku kaget dan memberi apresiasi atas keputusan kedua ibu rumah tangga yang selama ini dibina Dinas Sosial Agam dengan berbagai program tangguh ekonomi dalam kegiatan PKM PKH.

Dijelaskan, keduanya memilih untuk graduasi mandiri dari kepesertaan PKH dan tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah meskipun masih mempunyai komponen PKH, karena mereka menganggap sudah mampu mandiri tanpa dibantu pemerintah melalui PKH.

Yang membuat salut, ungkap Riska dan Arfi Yunanda, keduanya berharap kedepan bantuan yang mereka peroleh selama ini, dihentikan dan dialihkan pada masyarakat yang lebih berhak, apalagi dalam kondisi sulit seperti saat ini. “ Ini luar biasa, kami sangat terharu, karena saat kondisi sulit, bahkan banyak warga yang mengharapkan bantuan pemerintah, justru anggota PKH ini, memilih graduasi mandiri, kami sangat bangga, “ sebut Arfi Yunanda.

HARMEN

0Shares