Pakan Kamih, kaba12.com — Suasana haru sangat kentara terlihat dalam prosesi serah terima jabatan Camat Tilatang Kamang dari Ade Harlien pada Ridwan, Kamis,(11/11) di aula SMAN 1 Tilatang Kamang.
Ratusan warga Tilatang Kamang terlihat membanjiri aula SMAN 1 Tilkam di Pakan Kamih itu. Bahkan, aula dengan kapasitas 400-500 orang itu, penuh sesak sampai ke ruang belakang, sehingga banyak warga dari berbagai kalangan terpaksa berdiri di luar aula karena tidak mendapatkan tempat duduk.

Prosesi serah terima jabat camat Tilatang Kamang itu, bahkan disebut-sebut para pamong senior di kabupaten Agam, merupakan prosesi pelepasan pimpinan wilayah paling mengharukan, sekaligus membanggakan, karena kehadiran tak kurang dari 500 warga Tilatang Kamang dari berbagai unsur itu, sebagai wujud kedekatan pimpinan kecamatan itu dengan masyarakat.
Apalagi, pindah tugas Ade Harlien yang dikesankan warga mendadak, karena tidak terdengar desas-desus sebelumnya, sosok low profile bahkan tak pandang bulu bergaul dan melayani masyarakat akan pindah tugas ke kecamatan Lubukbasung.

Proses serah terimakasih jabatan camat Tilatang Kamang itu dipimpin langsung Bupati Agam Andriwarman didampingi Asisten I Sekab.Agam Rahman, dan beberapa pimpinan daerah lain, yang mengaku kaget dengan jumlah warga yang menghadiri kegiatan tersebut.
“ Alhamdulillah, kita hal luar biasa yang patut diapresiasi, “sebut Andri Warman.

Bahkan, menurut tokoh masyarakat Tilatang Kamang Drs.H.Darnis Burhan Dt.Bagindo mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, diharapkan camat yang baru bisa mencontoh kedekatan itu, “ kami atas nama masyarakat merasa kehilangan, beliau panutan, beliau adalah pelayan masyarakat yang sesungguhnya,” ungkapnya menahan haru.
Bahkan, hal serupa terlihat dari wajah ratusan warga yang memadati aula SMAN 1 Tilatang Kamang itu, yang tak bisa berkata banyak, hanya air mata yang terlihat berlinang. Apalagi para staf dan karyawan kantor camat Tilatang Kamang, para walinagari, unsur forkompinca, para walijorong, staf walinagari, anggota kelompok tadi dan tokoh masyarakat setempat, semua merasa kehilangan.

Akibat banyak warga yang berdatangan ke lokasi acara, melepas Ade Harlien bersama keluarganya itu, acara yang dijadualkan selesai menjelang shalat magrib, justru molor sampai pukul 20.00 WIB, bahkan malam ini berlanjut dengan perpisahan khusus dengan para walinagari, perangkat dan walijorong di wilayah Tilatang Kamang.
HARMEN/SUSI
