Lubukbasung, kaba12 — Wilayah kabupaten Agam yang diguncang gempa berkekuatan MG 7,3 yang berpusat di wilayah kepulauan Mentawai, Selasa,(25/4) sekitar pukul 03.03 WIB, mengundang kepanikana tersendiri bagi masyarakat.
Tidak hanya bagi warga yang bermukim di sepanjang kawasan garis pantai Tanjung Mutiara yang mengungsi ke lokasi aman, baik di wilayah Nagari Tiku Selatan yang mengungsi ke Sungai Nibuang dan Cacang Tinggi yang berkumpul di mesjid Jamik Cacang Tinggi, rumah tahfidz Baitul Quran dan rumah-rumah warga.
Sementara warga yang tinggal di wilayah Tiku V Jorong sempat mengungsi ke areal kompleks perkebunan PT.Mutiara Agam, sebagian ke wilayah Cacang Tinggi dan di lantai II Mesjid Muaro Putuih, Tiku V Jorong.
Warga yang sempat mengungsi baru kembali ke rumah masing-masing setelah shalat subuh usai BMKG mencabut peringatan potensi tsunami sekitar 3 jam setelah guncangan gempa yang terasa cukup lama tersebut.
Sementara kepanikan warga juga diinformasikan terjadi di wilayah Lubukbasung, Ampek Nagari, Palembayan, Tanjung Raya, Matur sampai ke wilayah Timu kabupaten Agam, yang saat gempa mengguncang warga yang tenga tertidur lelap, langsung berhamburan ke luar rumah.

Hingga Selasa siang ini, belum diperoleh informasi adanya dampak kerusakan yang dialami warga menyusul guncangan gempa tersebut. Walau demikian, tim BPBD Agam masih melakukan pendataan ke lapangan.
Seperti disebutkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang langsung meminpim TRC ke beberapa lokasi hingga Selasa subuh tadi untuk membantu proses evakuasi warga yang mengungsi dan berkoordinasi dengan camat dan para walinagari.
Sepanjang Selasa, tim BPBD Agam melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk menghimpun data dampak, termasuk kerusakan yang terjadi, seperti halnya di RSUD Lubukbasung dan tidak ditemukan adanya kerusakan termasuk laporan dari tim medis rumah sakit tersebut.
Sejauh ini, ulas Bambang Warsito, pihaknya belum memperoleh informasi dan data terkait kerusakan yang dialami pasca gempa, “hingga siang ini, laporan nihil. Alhamdulillah tidak ada dampak guncangan gempa yang terjadi, “ulasnya.

Selain di wilayah Tanjung Mutiara, pihaknya juga memantau khusus kawasan pebukitan di Jorong Koto Siladang, Nagari Sianok VI Suku, kecamatan IV Koto yang berbatas langsung dengan wilayah Bukittinggi di kawasan Ngarai Sianok, yang sebelumnya mengalami keretakan pasca longsor, “ Alhamdulillah, aman, tidak terjadi pergeseran tanah di tebing bukit yang sudah rengkah itu,” ulasnya.
Demikian juga kondisi di Malalak, tidak ada laporan adanya kerusakan tebing ruas jalan dan kerusakan lain. Walau demikian, tim BPBD Agam akan turun ke berbagai kecamatan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk menghimpun data dampak dan kerusakan yang dialami pasca guncangan gempa Selasa dini hari tadi.
HARMEN
