Hukum dan Kriminal

Dianiaya Tiga Orang Tahanan, Seprianus Tewas

Soe, KABA12.com — Seorang tahanan di Markas Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di dalam sel tahanan kepolisian setempat.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, jenazah tersebut bernama Seprianus Nautani . Diduga, Seprianus tewas setelah dianiaya tiga orang tahanan lain masing-masing berinisial JNB, FKT dan BCF.

Kejadian tersebut bemula ketika aparat Polsek Kuanfatu Polres TTS memeriksa Seprianus yang menjadi tersangka kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

“Seprianus didampingi penasihat hukum yang telah ditunjuk, yakni Stefanus Pobas. Saat diperiksa Seprianus datang bersama istrinya, Metriana Fallo,” kata Jules seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (27/05).

Setelah selesai memeriksa Seprianus, lanjut Jules, polisi kemudian menahan tersangka sesuai dengan Surat Perintah Penahanan Nomor sp-han/10/V/2017/Sek Kuanfatu tanggal 26 Mei 2017.

“Pada saat pemeriksaan yang didampingi oleh penasihat hukum itu dilakukan pemotretan dan rekaman video dengan menggunakan telepon genggam. Sedangkan untuk surat pemberitahuan penahanan terhadap tersangka telah diserahkan kepada istri tersangka,” jelas Jules.

Selanjutnya, Seprianus  dimasukkan ke sel tahanan Polres TTS. Namun tak berselang lama, terdengar suara keributan dari dalam ruang sel Polres TTS, yakni di bilik 3 (paling pojok).

Anggota polisi yang berjaga, lalu melakukan pengecekan di ruang sel tersebut, dan menemukan tersangka Seprianus sudah terbaring dengan posisi terlentang di atas tikar dan tidak sadarkan diri, kejang dan mulut mengeluarkan busa.

“Saat itu tersangka Seprianus menggenakan celana pendek dan tidak memakai baju, dan tahanan yang lain sempat menggosokkan minyak gosok ke badan tersangka. Karena tersangka tidak sadarkan diri sehingga petugas piket Reskrim menghubungi Ka-SPKT dan piket SPKT lalu membawa tersangka ke UGD RSUD Soe  menggunakan mobil tahanan Polres TTS,” jelasnya.

Setelah diperiksa, nyawa Seprianus tidak tertolong dan dia dinyatakan meninggal dunia.

Setelah dilakukan penyelidikan, diperoleh informasi bahwa korban sebelum meninggal sempat dianiaya oleh beberapa orang tahanan berinisial JNB, FKT dan BCF.

“Saat ini para pelaku dan saksi-saksi yang melihat kejadian penganiayaan diperiksa oleh penyidik Satuan Reskrim Polres TTS dan sedang dalam proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

(Dany)

To Top