Lubukbasung, kaba12 — Genangan air yang memenuhi ruas jalan propinsi di Lubukbasung kembali memakan korban. Kali ini, sebuah minibus jenis dhaihatsu terios terbalik bahkan sempat terbang ke seberang jalan di ruas Hilir Pasar Lama Lubukbasung, setelah menghantam genangan air saat hujan lebat Jumat,(30/6) siang tadi.
Ironisnya, minibus dengan nomor polisi BA 1866 W asal Pariaman itu, bahkan sempat terbang ke seberang jalan, karena diduga slip saat menghantam genangan air, sehingga merusak taman media jalan dan terbalik di jalur sebelahnya.
Tidak ada korban dalam kecelakaan tunggal tersebut, namun disebutkan beberapa penumpang mengalami luka ringan, sementara kendaraan naas itu diinformasikan mengalami kerusakan serius, bahkan terlihat gulai daging berserakan di tengah tanah.

Warga Hilir Pasar Lama Lubukbasung yang menyaksikan kejadian itu, ditengah hujan lebat langsung membantu mengevakuasi korban, termasuk beberapa warga yang parkir di tepi jalan yang nyaris terlindas minibus yang terbang dan terbalik ke seberang jalan, “ jika mobil itu, terbalik satu kali lagi, kami mungkin sudah terlindas bodi kendaraan itu, “ungkap Ikhsan, saksi mata kejadian kepada kaba12.
Informasi yang dihimpun kaba12 dari beberapa saksi mata, baik Ikhsan maupu Fadli, yang sempat merekam kejadian mobil terbalik itu, menyebutkan minibus yang melaju dari arah Lapau Talang menuju Pasar Lama Lubukbasung, diduga slip saat melindas genangan air yang memenuhi badan jalan.
Diduga, sopir tidak bisa menguasai kendaraannya sehingga sempat zig zag dan langsung terbalik. Akibat terjangan yang kuat minibus itu sempat terguling beberapa kali dan”terbang” ke seberang jalan propinsi dua jalur itu,dan baru terhenti ditengah jalan di jalur berbeda.
“ Untung mobilnya terhenti usai terbalik, karena jarak dengan balik hanya setengah meter saja lagi, jika satu balikan lagi, pasti kami terlindas,” ungkap Ikhsan yang sengaja berteduh karena hujan di seberang jalan.

Diduga, genangan air yang memanjang di ruas jalan propinsi di Hilir Pasar Lama Lubukbasung itu, dipicu oleh “ fly over dadakan” yang terjadi akibat sengaja ditinggikannya jalur jalan sepanjang 100 meter di bagian hilir, sehingga aliran air yang biasa lancar mengalir, jadi tersekat dan justru menggenangi ruas jalan karena tidak adanya saluran drainase.
Informasi yang diperoleh kaba12, kejadian itu sudah cukup sering terjadi. Bahkan sejak awal warga sudah melaporkan potensi kecelakaan itu pada petugas DPUTR Sumbar yang memperbaiki ruas jalan itu, namun tidak digubris dan dampaknya saat ini dirasakan masyarakat setempat.
-HARMEN-
