Lubukbasung,kaba12 — Ketakutan masih terus menghantui warga terutama di kawasan terdampak bencana di wilayah kabupaten Agam, menyusul dampak curah hujan tinggi, yang memicu peningkatan potensi ancaman bencana susulan, baik banjir bandang maupun tanah longsor.
Seperti halnya di wilayah Tanjung Raya, khususnya di Nagari Sungai Batang dan Nagari Maninjau, dampak hujan lebat memicu luapan sungai Batang Tumayo yang belum tertangani dengan baik oleh pemerintah dengan rencana normalisasi aliran sungai, termasuk di aliran sungai Batang Muaro Pisang, yang volumenya kerap meningkat dengan air berwarna keruh .
Informasi yang dihimpun kaba12, dampak curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir, memicu peningkatan debit air di dua aliran sungai tersebut . Khusus di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, debit air sungai Batang Tumayo yang kerap meningkat, dengan aliran yang deras berwarna coklat pekat, yang mengincar pemukiman penduduk yang sebelumnya aman.

Saat ini, aliran sungai utama justru sudah beralih akibat timbunan material banjir bandang yang melanda wilayah itu November tahun lalu.
Rencana normalisasi aliran sungai yang diharapkan warga, masih belum berjalan optimal hingga saat ini, bahkan warga karena kuatir akan dampaknya, terpaksa secara mandiri menyewa alat berat untuk membangun dan membenahi jalur sungai.
“Kami terus dihantui ketakutan, jika curah hujan tinggi, aliran sungai meningkat, apalagi kami masih sangat trauma akan bencana yang terjadi sejak tahun lalu,” ungkap Sudirman, Toni dan beberapa warga kepada kaba12.

Kekuatiran sesuai juga diamini warga yang melintas di sepanjang ruas jalan kelok 44 sampai ke IV Koto, karena di beberapa titik masih dibayangi ancaman longsor, apalagi jika curah hujan tinggi. Namun, terlihat unsur terkait sudah menyiagakan alat berat tak jauh dari lokasi rawan longsor, agar bisa bergerak cepat jika terjadi longsor susulan di ruas jalan propinsi itu.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, langkah penanganan dalam masa pemulihan bencana yang tengah dilakukan pemerintah saat ini, masih berjalan. Namun, belum terlihat kegiatan penanganan khusus di lapangan, terutama penataan dan normalisasi aliran sungai, khususnya di wilayah Sungai Batang.
(HARMEN)