Lubukbasung, KABA12.com — Bahagia adalah ketika kita bisa mensyukuri segala nikmat-nikmat yang setiap hari, setiap detik kita rasakan dan kita lalui, yang mungkin tanpa kita sadari nikmat nikmat itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Menurut Ustadz Abdul Somad, Lc. MA ciri manusia bahagia berdasarkan hadis sahih riwayat Ahmad, diriwayatkan sabahat Nafi ibn Abdul Harist
Rasul SAW bersabda:
Yang pertama, kebahagiaan manusia adalah menyenangkan hati orang lain. Tentunya bahagia bisa dilakukan dengan memberi makanan dan minuman kepada orang lain yang kelaparan, membantu saudara dan tetangga yang dalam kesulitan. Hal kecil seperti berbicara lembut serta tersenyum pun bisa menyenangkan hati orang lain.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»
“Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956).
Kedua yaitu, mereka yang paling bahagia adalah mereka banyak bersyukur. Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki. Bersyukurlah atas keluarga dan rumah tangga yang kita miliki. Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki. Masih banyak orang yang tidak seberuntung kita.
Ketiga, mereka yang bahagia adalah mereka yang berada di tengah-tengah orang soleh. Seperti yang dikutip dari almanhaj.or.id, menurut Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari, manusia itu laksana sekawanan burung, memiliki naluri untuk berkumpul dengan sejenisnya. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang shalih, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shalih.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” [At-Taubah/9:119].
Keempat, orang yang bahagia adalah orang yang punya tunggangan nyaman yang mengantarkan kita ke tempat yang baik. Bawalah ke Madinah, ke tempat bersejarah. “agar kita tahu bagaimana akhir hidup orang yang mendustakan agama Allah. Melihat jasad Firaun di kotak kaca yang dulu berkuasa dan membantai anak-anak,” ungkap ustad yang biasa dipanggil dengan UAS.
Terakhir, rumah yang Lapang yang memberi ketenangan.
Arti hadis ini orang yang memiliki hati yang lapang.
“Contohnya saja Rumah Nabi Muhammad SAW yang dibuatkan replikanya, banyak yang menangis melihat tempat air minum nabi yang sangat sederhana.”katanya. (sumber: almanhaj.or.id)
