Maninjau, KABA12 — Bupati Agam Andri Warman mencicipi langsung madu lebah galo-galo dari sarangnya, pada agenda kunjungannya ke lokasi budidaya lebah galo-galo milik KTH Maninjau Lestari di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/6).
Dalam kesempatan itu, Bupati Agam didampingi Dirjen PHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justianto, dan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi mencoba mencicipi madu dari sarang lebah galo-galo menggunakan sedotan.
Andri Warman mengaku, madu tersebut rasanya berbeda dari madu biasanya, karena terasa sedikit asam.
“Rasanya luar biasa, mantap. Sedikit ada rasa asam-asam gitu. Pokoknya beda dari madu biasanya,” kata Andri Warman dalam testimoninya.
Ia menambahkan, madu dari lebah galo-galo jenis Itama itu diharapkan bisa berkembang sehingga dapat menjadi ikon baru bagi Nagari Maninjau.
“Kalau bisa ini kita kembangkan secara maksimal, karena sangat potensial sekali. Madunya bisa kita jadikan ikon pariwisata Agam, sehingga nantinya setiap wisatawan berkunjung ke Agam harus minum madu galo-galo,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto menyebutkan, madu galo-galo tersebut sangat berpotensi dikembangkan karena rasanya yang segar, dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
“Selain bermanfaat untuk kesehatan, madu galo-galo juga bisa dipasarkan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Diketahui, KTH Maninjau Lestari mendapat bantuan 45 stup lebah madu galo-galo dari Pemprov Sumbar. Lokasi budidaya lebah madu tersebut berada di pinggiran hutan di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, yang berjarak sekitar 800 meter dari jalan raya.
(Bryan)
