Catatan Bupati Agam Untuk 7 Pj.Walinagari Persiapan di Tilatang Kamang, “Nampakan Lakek Tangan”

Pakan Kamih, kaba12.com — Ada beberapa catatan penting Bupati Agam Dr. Ir.H. Indra Catri,MSP saat melantik 7 Penjabat Wali Nagari Persiapan di kecamatan Tilatang Kamang, Minggu,(29/12).

Penegasan penting, terutama perlunya pemahaman tentang yang dimekarkan adalah wilayah administrasi pemerintahan, Adat tetap salingka nagari dan pusako tetap salingka kaum.

Tujuh Penjabat Wali Nagari Persiapan hasil pemekaran dari Nagari Gadut dan Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang, yaitu :

  1. Supri, Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Barat;
  2. Dyni Herawati Fajriah, SE, Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Timur.
  3. Yomendra, SH , Penjabat Wali Nagari Persiapan Aro Kandikia.
  4. Elida Fitriani DN, S.Sos , Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Sidang Koto Laweh.
  5. Raflis, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Koto Malintang.
  6. Zulfacri, Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Tujuh Nagari.
  7. Nelmayeti, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Lamo.

Acara pelantikan yang dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Asisten I Sekab.Agam, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Tilatang Kamang berserta Forkompinca, Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, pemuda dan ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Agam menyampaikan, pelantikan yang dilaksanakan merupakan awal dari masa depan ketujuh nagari persiapan di Tilatang Kamang.

Disebutkan, prosesi ini jangan dianggap sebuah acara seremonial belaka namun adalah amanah dan tanggung jawab yang berat untuk dapat segera mempersiapkan nagari persiapan menjadi nagari defenitif. Adalah satu keharusan amanah ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai nilai agama, adat, dan budaya yang hidup ditengah masyarakat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ditegaskan, sejatinya, nagari persiapan adalah bagian dari nagari induk yang bersanding dan dipersiapkan untuk menjadi satu nagari baru. Proses ini dilaksanakan melalui pemekaran nagari.

Satu hal yang sangat ditegaskan beliau terkait pemekaran Nagari, bawa pemekaran nagari bukan untuk memisahkan masyarakat nagari, bukan pula memecah adat istiadat yang sudah hidup ditengah-tengah masyarakat nagari. Pemekaran nagari hanya menyangkut wilayah administratif, bukan wilayah kesatuan hukum adat. Sehingga Kerapatan Adat Nagari yang terdapat dalam nagari Gadut dan Koto Tangah tidak ikut pula dimekarkan.

“Adat tatap salingka nagari, pusako tatap salingka kaum” tegas Indracatri.

Disebutkan, pemekaran nagari merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan daya saing nagari. Sehingga mampu mewujudkan nagari sebagai garda terdepan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.

Momen pemekaran nagari merupakan penegasan dari upaya kita semua untuk mewujudkan empat kondisi ideal, yaitu:

  1. Mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan.
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
  3. Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  4. Mempercepat proses pembangunan. Indra Catri menegaskan keberhasilan mewujudkan nagari persiapan jangan dijadikan sebagai sebuah euforia. Masih panjang langkah yang harus dijalani untuk mewujudkan ketujuh nagari ini menjadi nagari definitif.

Ada delapan upaya yang harus segera dilakukan, yaitu:

  1. Menetapkan batas wilayah nagari sesuai dengan kaidah kartografis.
  2. Mengelola anggaran operasional Nagari Persiapan yang bersumber dari maksimal 30% dari APB Nagari induk.
  3. Membentuk struktur organisasi.
  4. Mengangkat Perangkat Nagari.
  5. Menyiapkan fasilitas dasar bagi penduduk Nagari.
  6. Membangun sarana dan prasarana Pemerintahan Nagari.
  7. Mendata bidang kependudukan, potensi ekonomi, inventarisasi pertanahan serta pengembangan sarana ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
  8. Membuka akses perhubungan antar Nagari.

Untuk melaksanakan delapan upaya tersebut Indra Catri menegaskan agar Penjabat Walinagari dapat merangkul semua pihak yang ada di Nagari.

Upaya ini tentu saja tetap harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepada Niniak Mamak, alim Ulama, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai, Pemuda dan semua unsur, bupati Agam itu berharap, dukungan maksimal dalam upaya percepatan pendefenitifan nagari persiapan ini.

Secara khusus bupati Agam itu, meminta Penjabat Walinagari untuk dapat memprioritaskan tiga upaya yaitu :

  1. Segera lakukan penetapan batas wilayah antar Nagari Persiapan
  2. Lengkapi semua administrasi pembentukan nagari definitif.
  3. Segera buat perencanaan pembangunan pemerintahan nagari persiapan.

Diharapkan dukungan walinagari induk untuk memfasilitasi dalam perencanaan, pembangunan, serta anggaran, sehingga ketujuh nagari ini dapat secepatnya diantarkan menjadi nagari defenitif.

Selanjutnya,ulas Indra Catri upaya menata dan memperkuat tata kelola pemerintahan nagari bukanlah tanggung jawab pemerintah semata,perlu dukungan dan sinergitas diantara semua pihak, baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah nagari, masyarakat dan perantau.

Tujuannya adalah untuk menjaga esensi, substansi, dan eksistensi pemerintahan nagari ke depan.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sosok Penjabat Walinagari Persiapan yang berkompeten, visioner, responsif, dan memahami adat istiadat yang berlaku di nagarinya.

Bahkan Indra catri menegaskan, Penjabat Walinagari Persiapan harus memperhatikan :

  1. Penjabat Wali Nagari merupakan cerminan dari suatu nagari, semua tingkah pola dan perbuatannya merupakan refleksi dari masyarakat yang pimpin. Penjabat Wali Nagari selalu menjaga sikap, passion, dan perbuatan dimana pun berada. Harus bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan.
  2. Penjabat Wali Nagari agar tidak larut melaksanakan tugas administrasi dan rutinitas, tetapi melakukan aksi nyata untuk menangkap dan memanfaatkan peluang serta potensi yang ada pada nagari, merangkul semua unsur dan melakukan langkah-langkah untuk mempercepat nagari persiapan menjadi nagari defenitif. Aksi dan tindakan nyata ini akan menjadi legacy yang akan dikenang oleh semua masyarakat nagari. “Tidak sekedar tanda tangan, tapi lakek tangan yang perlu ditunjukkan”.
  3. Amanah yang diberikan merupakan sebuah tanggungjawab yang memiliki konsekwensi terhadap masa depan masyarakat di ketujuh nagari persiapan. Penjabat Wali Nagari diminta untuk dapat secepatnya mewujudkan impian masyarakat untuk memiliki Nagari yang defenitif.

Indra Catri mengingatkan, Agam adalah Nagari Bertuah. Agam memang tidak memiliki potensi minyak bumi, gas alam, batu bara, ataupun tambang emas yang melimpah. Tapi Agam memiliki sumber daya manusia yang cerdas.

Ditegaskan, Agam sangat terkenal sebagai pusat industri otak, dari zaman dahulu sampai sekarang.

Sejarah telah membuktikan bahwa dari 17 Pahlawan Nasional yang berasal dari Sumatera Barat, 7 diantaranya adalah “Urang Agam”.

Tujuh orang tersebut adalah: Adnan Kapau Gani, Rasuna Said, Buya Hamka, Abdul Muis, Abdul Halim, Agus Salim, dan Ruhana Kudus, potensi utama yang dimiliki Kabupaten Agam adalah sumberdaya manusia, sehingga harus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi trademark Agam.

Masyarakat diminta untuk menciptakan sumber gizi dimana-mana, “yang dilaman untuak dimakan yang diparak baok kapakan”. Jangan sampai ada anak nagari yang putus atau tidak bersekolah, jangan sampai ada masyarakat nagari yang tidur berlantaikan tanah dan beratapkan langit, jangan sampai ada anak nagari yang kelaparan. Masyarakat Agam harus menjadi masyarakat yang “utaknyo cadiak, badannyo sehat, imannyo taguah dan pitiahnyo banyak”.

HARMEN

0Shares