Cari Solusi Masalah Blank Spot, Pemkab.Agam Datangi Kemenkominfo

Lubukbasung,kaba12 — Upaya mengatasi masalah blanck spot area di Kabupaten Agam menjadi perhatian serius Diskominfo Agam menyusul semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan ketersediaan jaringan internet di seluruh wilayah untuk berbagai kebutuhan.

Untuk mengatasi persoalan serius itu, Diskominfo Agam sengaja “mengadu” ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi-Informasi (BAKTI) dan Dirjen Penyelenggaraan Pos-Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bersama Diskominfo Sumbar dan beberapa daerah lain di Sumatera Barat, Senin, (4/3), dengan menggelar pembahasan khusus.

Dalam pertemuan itu, Kadiskominfo Agam Syatria meminta dukungan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) sebagai langkah konkret menangani blank spot di Kabupaten Agam.
Dijelaskan,Pemkab Agam telah mengusulkan pembangunan BTS melalui aplikasi PASTI BAKTI sebanyak 10 unit sejak tahun 2019 dan diajukan kembali tahun 2023 sebanyak 13 unit melalui aplikasi SIGNAL yang dikelola oleh Dirjen PPI.

“Saat ini, terdapat 13 titik blank spot di Kabupaten Agam yang perlu segera diatasi. Kita bermohon ke Kemenkominfo untuk pembangunan BTS di wilayah Agam,” ungkap Syatria.

Ditambahkan, wilayah tersebut masih mengalami kesulitan akses layanan telekomunikasi dan internet yang berdampak terhadap pelayanan publik, pendidikan, layanan kesehatan, dan komunikasi masyarakat.

Disebutkan, Pemkab.Agam berharap mendapatkan dukungan dari Kementerian Kominfo RI sesuai kewenangan untuk mempercepat pembangunan BTS untuk menanggulangi masalah blank spot di wilayah Agam.

Dengan upaya it ulasnya, diharapkan pelayanan publik dan kemajuan di berbagai sektor di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Agam dapat meningkat, serta memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati akses telekomunikasi dan internet yang lebih baik.

(HARMEN)

0Shares