Camat Tanjung Raya Dorong Kelompok Sadama Tingkatkan Kualitas Produk Kerajinan

Maninjau, KABA12.com — Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mendorong kelompok Salingka Danau Maninjau (Sadama) untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan dari limbah eceng gondok agar bisa memiliki nilai jual tinggi.

Camat Tanjung Raya Roza Syafdefianti mengatakan, kelompok Sadama saat ini telah memproduksi sejumlah kerajinan tangan dari bahan limbah eceng gondok seperti tas, kotak tisu, kotak air mineral, topi, dompet dan lainnya. Kendati begitu, pihaknya mendorong kelompok tersebut untuk terus berinovasi dan berkreasi sehingga bisa bersaing dengan produk lain.

“Anggota kelompok Sadama sudah memiliki basic menganyam limbah eceng gondok, tinggal lagi bagaimana mereka meningkatkan kualitas produk kerajinan itu sehingga memiliki nilai jual tinggi. Misalanya terus berinovasi, dan kreatif, termasuk menambahkan aksesoris pada setiap produk agar terlihat lebih menarik dan elegan,” katanya kepada KABA12.com, Rabu (15/2).

(Foto: Istimewa)

Ia mengatakan, kelompok dari kalangan ibu-ibu ini sebelumnya telah mendapat pelatihan yang diselenggarakan DLH Sumbar, PT PLN, dan Pemkab Agam di Posko Terpadu Penyelamatan Danau Maninjau pada September 2022 lalu.

Selain itu, mereka juga sudah mengikuti studi banding ke Tasikmalaya, Jawa Barat untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan anggota kelompok dalam pengembangan produk kerajinan berbahan dasar limbah eceng gondok.

“Disamping itu, anggota kelompok turut ikut serta melatih kaum ibu-ibu di beberapa nagari di Tanjung Raya agar bisa membuat produk kerajinan eceng gondok. Mereka juga bersedia melatih warga di nagari-nagari asalkan bahan baku berupa eceng gondok kering telah tersedia,” ujarnya.

Roza menyebut, bahwa kelompok ini sebelumnya sudah dibentuk dan SK-kan pada tahun lalu atas inisiasi dari DLH Sumbar. Hal ini merupakan sebuah tupoksi pemerintah provinsi dalam program penyelamatan Danau Maninjau, yakni memanfaatkan limbah eceng gondok.

“Saat ini kelompok Sadama terus memproduksi produk kerajinan berbahan dasar limbah eceng gondok. Bahkan mereka juga telah mengikuti ajang pameran di sejumlah daerah di Sumbar,” ungkapnya.

Lebih lanjut disebutkan, pihaknya berharap agar program pelatihan dari pemerintah provinsi, bersama perusahaan BUMN tersebut bisa berlanjut tahun ini, namun tidak hanya dari segi pembuatan produk kerajinan, tetapi hingga strategi marketing (pemasaran), dan penetapan harga suatu produk.

“Kita juga berharap supaya masyarakat di Salingka Danau Maninjau ikut serta memanfaatkan limbah eceng gondok untuk membuat produk kerajinan karena bahan dasar yang digunakan juga bersifat alami dan mudah didapat di lingkungan sekitar,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares