Malampah, kaba12 — Pasca gempa tahun ini, menyebabkan kondisi lereng gunung Talamau Pasaman masih labil dan rentan terpicu longsor.
Hal itu terjadi saat banjir bandang Rabu, (22/2) yang memicu kerusakan serius di kawasan Malampah Barat tidak hanya areal persawahan, rumah penduduk dan infrastruktur lainnya.
Menyikapi kondisi itu Bupati Pasaman H. Benny Utama instruksikan OPD terkait di Pemkab. Pasaman untuk segera memperbaiki jembatan yang putus akibat terjangan banjir bandang di aliran sungai Batang Tapa Nagari Malampah Barat.
Hal itu mengantisipasi dampak lebih buruk yang berpotensi dialami warga pasca dilanda musibah Rabu lalu, mengingat insfrastruktur jembatan menjadi salah satu sarana vital bagi warga.
Bupati Pasaman itu juga minta masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Batang Tapa Nagari Malampah Barat, tetap waspada dan sebaiknya tidak menghuni rumah mereka untuk sementara waktu, guna menghindari ancaman longsor dan banjir yang sewaktu waktu bisa terjadi.
“Saya minta masyarakat tidak bermalam dulu di rumahnya, sampai kondisi hulu sungai sudah stabil, apalagi curah hujan masih relatif tinggi saat ini,” himbau bupati melalui relis yang disampaikan Kadis. Kominfo Pasaman Budi Hermawan.
Dalam peninjuan Kamis (23/2) di Malampah Barat, Bupati Pasaman H. Benny Utama bersama Wakil Bupati Sabar AS dan kepala OPD teknis, menyisir lokasi terdampak banjir bandang di wilayah itu.
Bupati Benny Utama juga menyerahkan bantuan sembako, alat dapur dan alas tidur kepada keluarga yang rumahnya ikut terendam banjir bercampur lumpur.

” Atas nama pemerintah daerah, Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang dihadapi masyarakat Malampah Barat.Kita sedang diuji dan pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakatnya,” ujar bupati.
Wilayah Malampah sendiri, merupakan salah satu kawasan cukup parah terdampak gempa tahun sudah pasca diguncang gempa hebat 25 Februari 2022 lalu, saat ini Malampah Kecamatan Tigo Nagari kembali dilanda bencana alam.
Sungai Batang Tapa yang membujur disepanjang Nagari Malampah Barat, Rabu (22/02) kemaren meluap.
Sedikitnya dua jembatan putus, tiga rumah warga porak poranda dan belasan hektar kebun jagung dan sawah luluh lantak tertimbin material lumpur dan pasir.
Pantauan Bupati Benny Utama di lokasi musibah, besar dugaan bekas longsoran Gunung Talamau pasca gempa tahun lalu berpotensi menghanyutkan lumpur dan pasir melalui aliran Batang Tapa di saat hujan lebat.
“Bekas singkapan lereng Gunung Talamau, kondisinya masih labil, dikhawatirkan masiih berpotensi membawa banjir lumpur melalui aliran Batang Tapa ini,” sebutbya.
Melalui perangkat nagari, Kepala Jorong, Babinsa maupun Bhabinkhamtibmas, bupati minta untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat tentang potensi kerawanan bencana yang dapat ditimbulkan.

Bupati Benny Utama juga perintahkan Dinas PU untuk segera memperbaiki jembatan yang putus tersebut, agar arus tranportasi di Nagari Malampah Barat normal kembali secepatnya.
Terhadap lahan pertanian yang rusak, Dinas Pertanian diinstruksikan untuk memberikan bibit tanaman yang diminta warga, agar para petani dapat segera bercocok tanam kembali diarea kebun masing masing masing.

Sementara Wakil Bupati Sabar AS mengingatkan agar disaat hujan, masyarakat waspada dan menjauh dari bantaran sungai.
“Hindari aktifitas disaat hujan, apalagi jika terlihat hujan di hulu sungai atau di kawasan Gunung Talamau,” pesan Sabar AS.
HARMEN
