Penghargaan itu diterima langsung Walikota, pada pertemuan aliansi Bupati – Walikota se-Indonesia dalam rangka percepatan Pencegahan Penyakit Tidak Menular di The Alana Hotel, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 12 Juli 2017.
Pastika Parama merupakan penghargaan tertinggi diberikan kepada kepala daerah yang menetapkan dan mengimplementasikan peraturan daerah serta kebijakan lain terkait pengendalian konsumsi hasil tembakau. Pemberian penghargaan oleh Menkes merupakan bentuk apresiasi kepada Bupati- Walikota bersama jajarannya pemerintah kabupaten / kota dengan komitmen kuat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan faktor resikonya.
Selanjutnya, Bukittinggi kembali meraih prestasi tingkat Nasional dalam penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) tahun 2017. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Yohana Susana Yembise kepada Walikota, Ramlan Nurmatias, Sabtu (22/07) di Hotel Swiss Bel Inn, Pekanbaru.
Prestasi itu, merupakan penghargaan pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) RI kepada Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi karena pemerintah daerah telah memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.
Penghargaan Nasional keempat dan kelima di tahun 2017 diraih Bukittinggi pada bidang lingkungan hidup. Penghargaan ini merupakan salah satu penghargaan bergengsi di Indonesia. Presiden RI didampingi Menteri Lingkungan Hidup menyerahkan penghargaan Piala Adipura dan anugrah Nirwasita Tantra kepada Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, di auditorium Manggala Wanabakti Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu 2 Agustus 2017.
Penghargaan Adipura merupakan yang kedua kalinya dapat diraih selama masa kepemimpinan Ramlan Nurmatias dan Irwandi dalam kategori Kota Sedang.
Disamping meraih penghargaan Adipura, Walikota Bukittinggi Ramlan Numatias juga memperoleh penghargaan Nirwasita Tantra yang diberikan kepada kepala daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup.
Masih dalam bulan Agustus, Walikota Bukittinggi menerima Penghargaan Baznas Award 2017 kategori penghargaan khusus Walikota pendukung kebangkitan zakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah dan pemerintahan di Indonesia dalam program Baznas Award 2017, di Kementrian Agama, Jumat 26 Agustus 2017.
Bukittinggi dinilai berkomitmen dalam hal pengumpulan zakat dengan telah dialokasikannya dana APBD selama tiga tahun terakhir untuk Baznas. Tahun 2015 sebesar Rp 622 juta, tahun 2016, Rp 481 dan pada tahun 2017 ini dianggarkan sebanyak Rp 381 juta. Selain itu pemko juga telah berkontribusi untuk pengadaan fasilitas, sarana prasarana, seperti kendaraan operasional Baznas, hingga pembangunan kantor Baznas di kawasan Tangah Sawah.
Selanjutnya, Walikota Bukittinggi menerima Upakarya Wanua Nugraha dari Menteri Dalam Negeri yang diserahkan oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Nata Irawan. Penghargaan tersebut diserahkan pada kegiatan pembukaan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel II) Tahun 2017 dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2017 (BBGRM XIII) di The Media Hotel dan Towers Jakarta, Senin 2 Oktober 2017.