Lubukbasung, KABA12 — BPBD Kabupaten Agam menghimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang kerap terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Kepada masyarakat di Kabupaten Agam diminta untuk waspada menyikapi perubahan cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai angin kencang yang sering melanda akhir-akhir ini. Karena kondisi cuaca ekstrem dapat berpotensi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang sehingga masyarakat harus betul-betul tetap waspada,” kata Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito kepada wartawan, Selasa (4/4).
Selain itu, pihaknya juga menghimbau pengendara untuk tidak melewati jalan yang berbukit saat cuaca ekstrem karena sangat rawan terjadi pohon tumbang, tanah longsor, hingga jalan amblas.
Sejumlah ruas jalan provinsi maupun nasional di Kabupaten Agam diakuinya sangat rawan terjadi bencana, diantaranya jalan lintas Bukittinggi – Pasaman via Palupuah, Malalak, dan Tanjung Raya – Matur.
“Ruas jalan tersebut terkenal rentan terjadi bencana longsor maupun pohon tumbang, oleh karena itu masyarakat diminta untuk tetap hati-hati dan waspada saat melintas dalam kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dijelaskan, sejak awal Januari 2023 hingga saat ini, daerah Kabupaten Agam banyak dilanda bencana alam seperti erupsi Gunung Marapi, tanah longsor, banjir bandang, jalan amblas, dan pohon tumbang.
Bambang menyebut, bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Agam karena kondisi topografi wilayah yang berbukit dan berlereng sehingga rentan terjadi saat curah hujan tinggi.
“Selama bulan Maret kemarin banyak dilaporkan kejadian bencana di beberapa wilayah, bahkan 8 kecamatan juga terdampak bencana dalam waktu bersamaan,” sebutnya.
Selain itu, bencana tebing longsor juga terjadi di Sungai Landia, Kecamatan IV Koto pada 25 Maret. Tebing tersebut runtuh dan menimpa bangunan toilet masjid, bahkan 2 orang warga yang berada di dalam toilet dilaporkan meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan material.
(Bryan)
