Muko-Muko, kaba12 — BPBD Agam bergerak cepat dengan memfokuskan penanganan langkah-langkah darurat penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Tanjung Raya. Beberapa langkah prioritas yang dilakukan, penyelamatan warga terdampak, pembukaan akses jalan, pemulihan dukungan penerangan dan komunikasi serta jaminan permakanan warga terdampak.
Untuk memudahkan operasional tim gabuang, BPBD Agam sesuai instruksi Bupati Agam dan jajaran Forkopimda Agam, ditetapkan posko utama akan dibuka di kompleks taman Muko-Muko Nagari Koto Malintang, untuk memudahkan akses ke berbagai titik.

Dijadualkan posko utama akan mulai beroperasi Sabtu,(15/7) ini, yang dipimpin langsung kepala BPBD Agam, dan mulai dibangun tenda-tenda posko sesuai peruntukan, termasuk pos komando utama.
Hal itu disebutkan Bambang Warsito,Kalaksa BPBD Agam usai bertemu bupati Agam dan jajaran Forkopimda di Mapolres Agam, yang disetujui kepala BPBD Agam Edi Busti yang saat ini tengah berada di Semarang.
Disebutkan, keputusan menetapkan kompleks taman Muko-Muko dijadikan posko utama penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor Kecamatan Tanjung Raya itu, karena pertimbangan kemudahan akses ke berbagai titik terdampak bencana, sementara di berbagai lokasi sentral penanganan akan dibangun posko penyangga, baik di nagari termasuk di kantor camat.

“ Kita sudah persiapkan dan koordinasikan dengan unsur terkait dalam penanganan dampak bencana di lapangan, kita berupaya maksimal bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah prioritas terutama pencarian korban yang masih hilang, pembukaan akses jalan, jaminan permakanan bagi warga terdampak dan langkah lain, “ jelasnya.

Disebutkan, posko utama akan diperkuat oleh tim gabungan dari berbagai unsur pemerintahan, jajaran Forkopinda, dan mitra BPBD Agam baik KSB, Tagana, Senkom, BTB, PMI dan unsur lain, “ mudah-mudahan dukungan semua unsur bisa mempercepat proses penanganan dan pemulihan pasca bencana, “sebut Bambang Warsito lagi.
-HARMEN-
