BNPB Salurkan Sejumlah Bantuan Untuk Penanganan Longsor di Tanjung Raya

Tanjung Sani, KABA12 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) salurkan sejumlah bantuan kepada Pemkab Agam untuk penanganan pasca bencana longsor di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Bantuan tersebut berupa dana siap pakai senilai Rp250 juta,sejumlah logistik dan peralatan yang diserahkan Sestama BNPB, Rustian di Posko Utama Tanggap Darurat di Taman Muko-Muko, Koto Malintang pada Minggu (18/7) kemarin.

Kasubdit Pemulihan Sarana, BNPB Yustam Syahri mengatakan selain memberikan bantuan dana siap pakai senilai Rp250 juta, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik lainnya untuk mendukung percepatan penanganan longsor, seperti 2 unit perahu polyethylene, 10 genset, 500 matras, 500 selimut dan 200 paket sembako untuk masyarakat terdampak.

“Beberapa bantuan tersebut sudah disalurkan dan digunakan untuk proses penanganan bencana di Kecamatan Tanjung Raya,” kata Yustam kepada wartawan saat meninjau longsor di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Selasa (18/7).

Ia mengakui, pemerintah Kabupaten Agam dinilai sangat tanggap dan responsif terhadap bencana yang terjadi di Tanjung Raya. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata yang dilakukan dilapangan dalam proses penanganan pasca bencana.

“Penanganan bencana di Agam sangat responsif sekali. Misalnya dengan ditetapkannya status tanggap darurat selama 14 hari, pendirian posko utama, dapur umum, hingga menerjunkan alat berat untuk membantu proses pembersihan longsor,” ungkapnya.

Ditambahkan, tim gabungan yang berada dilapangan diminta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak longsor di Nagari Koto Malintang dan Tanjung Sani.

“Berikan pelayanan terbaik bagi korban bencana, dan segera buka akses jalan yang masih terisolir,” katanya.

Diketahui, bencana longsor melanda 2 nagari di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Kamis (13/7) malam. Dua nagari itu yakni Nagari Koto Malintang dan Nagari Tanjung Sani.

Longsor mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami rusak parah, sedang dan rusak berat. Selain itu akses jalan Lubukbasung – Bukittinggi sempat putus total selama 11 jam karena tertutup longsor di Nagari Koto Malintang.

Longsor juga menyebabkan wilayah Nagari Tanjung Sani lantaran akses jalan putus total akibat banyaknya titik jalan yang tertimbun longsor.

Selain itu, bencana ini juga menyebabkan 2 orang warga Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Keduanya merupakan pasangan suami istri yang tidak sempat menyelamatkan diri saat kejadian.

(Bryan)

0Shares