Lubukbasung, kaba12 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 11–13 Desember 2025. Peringatan ini disampaikan melalui rilis resmi bernomor e.B/ME.02.04/055/KPDG/XII/2025.
BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan intensitas hujan, dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia Barat Daya Sumbar. Sistem tersebut turut menguatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan, sehingga memicu potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah.
Wilayah berpotensi terdampak, BMKG menyebut hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan, sementara hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman
Kemudian, Padang, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya. BMKG mengingatkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki risiko banjir, banjir bandang, hingga longsor sesuai tingkat kerawanan daerah masing-masing.
Untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman. Dengan memantau informasi cuaca secara realtime melalui aplikasi InfoBMKG, website BMKG, serta akun resmi @bmkgminangkabau dan selalu merujuk informasi resmi dari BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat mengingat dinamika cuaca yang berubah cepat.
Peringatan ini diharapkan menjadi perhatian masyarakat serta pemerintah daerah agar langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara optimal. BMKG merilis peringatan tersebut pada 10 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.-(TAUFIQ)
