Banuhampu, kaba12 — Bupati Agam, Dr. Andri Warman tinjau lokasi pengungsian dan relokasi sementara Santri Pondok Pesantren Daaru Tahfiz, Cangkiang, Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek di MDTA Irsyadunnas, Jorong Air Kaciak, Nagari Kubang Putiah.
Pondok Pesantren Daaru Tahfiz Cangkiang, Nagari Batu Taba merupakan salah satu sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi Sabtu, (11/5) lalu.
Menurut Muhammad Nur, Pimpinan Ponpes Daaru Tahfiz menjelaskan, para santri diungsikan sementara karena pondok pesantren tempat mereka belajar terdampak galodo dan lokasi pondok pesantren itu berdiri dinilai rawan , jika dihuni akan membahayakan para santri.

“Kami merelokasi sementara pondok pesantren ke TPQ/MDTA Irsyadunnas, Jorong Aia Kaciak, Nagari Kubang Putiah, pemerintah setempat mengizinkannya, sampai relokasi diperoleh nanti ” tuturnya.
Bupati Agam, Dr. Andri Warman yang mengaku prihatin saat mengunjungi relokasi sementara ponpes Daaru Tahfiz menegaskan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan untuk mencari solusi lanjutan untuk pondok pesantren tersebut.
Dijelaskan, Ponpes Daaru Tahfiz untuk sementara direlokasi di MDTA Irsyadunnas, Kubang Putiah, karena lokasi sebelumnya berada zona bahaya dan akan membahayakan keselamatan para santi dan pengajar pondok jika tetap bertahan di lokasi sebelumnya.

“Kita akan lihat nanti keputusan dari BNPB mengenai zona pasca Galodo, apakah pondok pesantren tersebut masuk pada zona berbahaya (Zona Merah) atau aman, jika masuk dalam zona merah, kita harus merelokasi pondok pesantren tersebut ke zona yang lebih aman,” tegas Andri Warman.
Bupati Agam menjelaskan, pihaknya dengan dinas terkait akan segera mencarikan solusi secepatnya, terutama ia akan mengkoordinasikan agar proses belajar dan tempat tinggal sementara para santri dapat terkoordinir dan kebutuhan para santri terus terpenuhi.
” Demi keamanan, para santri kita minta untuk tetap disini, untuk kebutuhan, mulai dari faktor pendukung belajar, kebutuhan makanan dan lainnya akan menjadi tanggungjawab Pemkab.Agam,”tegasnya.
(HARMEN)
