Beny Yusrial : Pokir DPRD Pemerataan Pembangunan di Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Reses Ketua DPRD Bukittinggi membludak. Ratusan warga setiap kelurahan di kecamatan ABTB, hadir dalam kegiatan wajib anggota dewan setiap masa sidang ini.

Reses yang juga dihadiri anggota DPRD Sumbar, Ismunandi Sofyan, sejumlah kepala dan perwakilan OPD di lingkungan pemerintah kota Bukittinggi, Camat, Lurah dan tokoh maasyarakat ini, dilaksanakan di kediaman pribadi Beny Yusrial di Tangah Jua, Minggu (12/08).

Dalam resesnya, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menyampaikan, reses merupakan kewajiban anggota DPRD yang dilaksanakan setiap masa sidang per tahunnya.

Dalam reses, disampaikan program yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan pada tahun selanjutnya. Karena setiap anggota DPRD diberikan anggaran pokok pikiran (pokir) yang dapat digunakan untuk pembangunan kemasyarakatan. Pembangunan dengan dana pokir itu, menjadi salah satu upaya pemerataan pembangunan di Bukittinggi.

“Untuk tahun 2018 ini, kami telah anggarkan pokir sebesar Rp 900 juta dan telah dilaksanakan di sejumlah kelurahan untuk pembangunan reol, peningkatan jalan lingkung, pengadaan lampu penerangan, peningkatan drainase, pembuatan pagar sekolah. Semuanya merupakan aspirasi warga yang didapat saat reses tahun 2017 lalu,” jelas Beny.

Untuk 2019, Beny Yusrial menyampaikan, telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 milyar, untuk pembangunan sejumlah infrastruktur sesuai kebutuah warga.

Seperti, pintu gerbang perbatasan Birugo dan Belakang Balok, peningkatan jalan lingkung, reol, drainase dan juga gapura di sejumlah titik di kecamatan ABTB.

“Kami berharap ada pembangunan yang merata di tengah masyarakat. Pemerintah kota cukup banyak melaksanakan pembangunan. Dengan dana pokir, kami di DPRD berharap dapat membantu pembangunan yang mengarah pada kemasyarakatan dan dapat terjangkau hingga pemukiman warga. Contohnya saja, saluran drainase dan reol yang kita bangun dan perbaiki atau kita tingkatkan, untuk mengantisipasi banjir di perumahan warga dan banyak contoh lain yang kami upayakan termasuk anggota DPRD lain dalam bidang ekonomi kerakyatan dan lainnya, ” ungkapnya.

Beny Yusrial, juga memaparkan beberapa pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah kota dengan dukungan DPRD Bukittinggi.

Diantaranya, pembangunan RSUD dengan dana APBD dengan sistem multiyears, Embung Tabek Gadang dengan dana APBD untuk pembebasan lahan dan APBN untuk pembangunannya.

Selain itu, juga akan dibangun Pasar Atas pada bulan Agustus ini menggunakan dana APBN dan juga revitalisasi taman pedestrian Jam Gadang dengan dana APBD kota.

Ismunandi Sofyan, anggota DPRD Sumbar, mengungkapkan, reses dilaksanakan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat secara umum, khusus di daerah pemilihannya untuk kepentingan bersama.

Partisipasi warga sangat diharapkan, agar apa yang menjadi kebutuhan dapat diajukan kepada pemerintah.

“Beny Yusrial kader terbaik Gerindra untuk Bukittinggi, bahkan salah satu yang terbaik di Sumatera Barat. Sebagai Ketua DPRD, perannya cukup penting dalam memperjuangkan aspirasi warga. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan bersama, dapat disampaikan dan akan diperjuangkan. Kami di provinsi berharap, setiap hasil musrenbang dan reses, jangan sampai ada yang tidak dimasukkan untuk diajukan. Kita di provinsi siap membantu dengan anggaran APBD provinsi. Jika tidak memungkinkan, akan diajukan ke pusat,” ujarnya.

Dalam reses yang memang dibanjiri warga itu, banyak aspirasi yang disampaikan, baik berupa masukan, permintaan maupun kritikan.

Seperti masalah pemenuhan kebutuhan air, masalah perekonomian, khususnya kredit tanpa bunga, transportasi kereta api, PPDB SMP, SMA yang terus bermasalah dan permintaan pustaka mini di Tabek Gadang.

Dari aspirasi warga itu, Beny Yusrial menjawab seluruh pertanyaan dan masukan itu, bersama Anggota DPRD provinsi, serta didukung dengan penjelasan dari OPD terkait.

(Ophik)

0Shares