Panampuang,kaba12 — Balai Diklat Industri (BDI) Padang bersama Dinas Koperasi-UKM Agam gelar pelatihan pembuatan hiasan busana jahit tangan untuk generasi milenial di Panampuang, Ampek Angkek. Pelatihan ini untuk regenerasi wirausaha di Kabupaten Agam sehingga usaha yang berkaitan dengan budaya kerajinan lokal tetap ada.
Seperti disebutkan Drs.Dedi Asmar, Kepala Diskop.UKM Agam yang meyakinkan perlu ada terobosan dan upaya renegerasi usaha yang berkaitan dengan budaya kerajinan yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.

Dijelaskan, saat ini 61 persen pelaku usaha di Kabupaten Agam berusia berkisar diatas 40 tahun, sehingga dukungan untuk mempersiapkan pendampingan untuk generasi penerus usaha, agar potensi yang dimiliki bisa terus berkembang, dan keunikan dan kekhasan budaya kerajinan yang dimiliki bisa terus terpelihara dengan baik.
Ditambahkan Dedi Asmar, Kabupaten Agam identik dengan budaya kerajinan seperti sulaman, bordir, songket, sulam suji, konveksi, kerancang, dan peniti, “kekayaan budaya itu harus terus dikembangkan dan diteruskan kepada generasi muda, “ jelasnya.

Disisi lain, Dedi Asmar menyayangkan fakta sosial dimana jumlah lulusan perguruan tinggi yang terlalu banyak tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada. Beranjak dari kondisi itu, pihaknya berupaya mendorong potensi generasimuda untuk pro-aktif mengembangkan potensi generasi muda, apalagi saat ini 60 persen kegiatan ekonomi bergantung pada UMKM.
“ Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk mendorong peran generasimuda untuk menggeluti dunia usaha berbasis budaya itu, “ sebutnya serius.

Pelatihan yang digelar selama 15 hari ini digelar BDI Padang, yang diikuti para generasimuda yang dipusatkan di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, dengan menghadirkan pemateri khusus para ahli bidang usaha,UMKM dan sulaman.
-HARMEN-
