Canduang, kaba12.com — Gunung Marapi kembali bereaksi setelah lebih dari 4.000 kali erupsi termasuk dampak hujan lebat yang mendera wilayah Kabupaten Agam termasuk kawasan Gunung Marapi dalam beberapa hari terakhir yang memicu banjir lahar dingin yang menerjang dua kecamatan di kabupaten Agam masing-masing Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungaipua,Jumat, (5/4) sore.
Informasi yang diperoleh kaba12, banjir lahar dingin yang menerjang wilayah Kecamatan Canduang menerjang Nagari Bukik Batabuah, dimana saat ini, luapan banjir bandang lahar dingin merubah jalur jalan di wilayah itu menjadi aliran sungai yang memenuhi permukaan jalan, sehingga ratusan kendaraan warga yang terparkir di kawasan itu diterjang banjir lahan dingin, baik sepeda motor maupun mobil.

Bahkan, khusus wilayah Nagari Bukik Batabuah,seperti dijelaskan Camat Canduang Syahrul Hamidi, banjir lahar dingin yang terjadi Jumat sore, memenuhi ruas jalan sepanjang lebih dari 1 km, dimana saat ini jalur jalan sudah berubah menjadi aliran sungai. Bahkan, areal ratusan hektar areal pertanian warga tertimbun material banjir bandang.
Dampaknya,ratusan kendaraan sudah banjir bandang, sementara warga berupaya menyelamatkan diri di rumah masing-masing, sambil mencari lokasi yang aman, “ warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil mencari lokasi aman, “sebut Syahrul Hamidi.

Disebutkan terjangan banjir lahar dingin yang menghantam wilayah Candung Jumat sore itu terjadi mendadak, dimana tumpahan banjir bandang dari Gunung Marapi, tiba-tiba memenuhi kawasan itu sehingga memicu kepanikan.
“ Kami sudah informasikan pada pimpinan daerah, dan saat ini kami prioritaskan untuk penyelematan warga, karena kondisi di lapangan sangat mengerikan, karena tumpahan material banjir bandang yang sangat tinggi, “ sebut Camat Canduang.

Kondisi serupa juga diinformasikan terjadi di wilayah Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungaipua, dampak banjir bandang lahar dingin yang mendera wilayah tersebut, membuat areal perkebunan warga tertimbun material lahar dingin, termasuk berbagai sarana baik jalan, jembatan dan sarana lain.
Sejauh ini, belum diperoleh data jumlah warga terdampak, termasuk kemungkinan adanya korban dampak banjir lahan dingin yang mendera 2 wilayah kecamatan yang berada di kaki gunung Marapi tersebut.
HARMEN
