Banjir Bandang Mengamuk, Lurah Dalam Terisolasi, 2 Rumah Hanyut, Bantuan Tak Kunjung Datang

Palupuah,kaba12 — Banjir bandang yang menerjang Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuah semakin menggila. Informasi terkini yang diperoleh kaba12, Rabu, (26/11), setidaknya dua rumah warga hanyut diterjang air bah yang mengamuk sejak Selasa kemarin.

Puluhan warga yang bersiaga sejak Selasa malam hingga Rabu pagi ini, menyaksikan kondisi banjir bandang justru terus bertambah akibat curah hujan yan masih tinggi di wilayah itu.

Selain dua rumah warga masing-masing milik Idar dan Imel yang dihanyutkan terjangan banjir, 12 rumah lainnya di kawasan itu, diinformasikan warga juga terancam ambruk dihanyutkan aliran sungai. Pasalnya, debit air yang semakin sungai Batang Talang meninggi, menggerus tebing sungai yang membuat ambruk permukaan tanah lokasi pemukiman penduduk setempat.

Warga yang bersiaga sejak dua hari terakhir, mengantisipasi berbagai kemungkinan, sudah mengevakuasi seluruh penghuni rumah ke lokasi yang lebih aman.Sementara, dampak luapan banjir bandang, selain menghancurkan dua rumah dan mengancam 14 rumah warga lainnya, juga menyebabkan kawasan itu terilosasi akibat banjir dan tanah longsor.

Hingga Rabu, (26/11), dukungan dan bantuan yang sangat diharapkan warga setempat dari Pemkab.Agam justru tidak pernah datang. Padahal warga sudah melaporkan langsung kondisi yang terjadi di kawasan tersebut pada Bupati Agam Beni Warlis.

Informasi yang diperoleh kaba12 dari Makmur Pakiah Naro, puluhan warga yang berinisiatif menjaga kawasan itu dari dampak yang lebih buruk, sejak Sabtu, (22/11) lalu, sudah mengambil inisiatif bersama personil TNI-Polri yang datang ke lokasi untuk mengevakuasi warga, pasalnya kawasan itu sudah terisolasi akibat longsor dan banjir.

Disebutkan, Rabu pagi, warga hanya bisa terpaku dan menangis, menyaksikan dua rumah yang ambruk diterjang air bah, bahkan mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sementara dukungan dan bantuan yang diharapkan dari pemerintah justru tidak pernah datang hingga Rabu ini.

“ Kampuang kami terisolasi pak. Jangankan bantuan, didatangi saja kami tidak ada, baik walinagari, camat apalagi dari pemerintah kabupaten. Apakah menunggu ada korban baru beliau-beliau datang ke tempat kami, “ungkap Makmur Pakiah Naro dengan mata berlinang seperti dikutip dari beberapa media.
Informasi yang diperoleh kaba12, kondisi di Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh sendiri, justru semakin mencekam, pasalnya hingga Rabu pagi, curah hujan semakin tinggi, warga setempat kesulitan mengakses ke luar daerah, karena diisolasi tanah longsor, sementara jalur alternatif menembus ke luar kawasan itu tidak ada.

Langsung Ditinjau Bupati Agam
Kondisi itu dibenarkan Kalaksa BPBD Agam Rahmad Lasmono yang sudah mendapat laporan terkait dengan hanyutnya 2 rumah warga Rabu subuh tersebut. Pihaknya terus memantau perkembangan dan menginformasikan perkembangan -nya pada pimpinan daerah.

Dijelaskan, sebelumnya pihaknya sudah pasca longsor menutup akses ke Lurah Dalam sudah mendatangi lokasi kejadian dan meminta dukungan warga setempat untuk membuka jalur alternatif agar warga di kawasan itu tidak terisolasi akibat dampak bencana yang terjadi, namun masih belum berhasil, karena kondisi di lapangan.

Ditegaskan Rahmad Lasmono, pihaknya Rabu pagi sudah melaporkan kejadian itu, dan dijadualkan pihaknya bersama Bupati Agam H.Beni Warlis akan langsung meninjau lokasi kejadian, “kita sudah bergerak menuju lokasi, mudah-mudahan cuaca membaik dan kita langsung bertemu dengan warga di Lurah Dalam, “jelas Kalaksa BPBD Agam itu.

(HARMEN)

0Shares