AYAH…!! JANGAN MENANGIS

Oleh : Hasneril.SE
Kasubag Humas DPRD Agam.

Setiap habis lebaran Idul Fitri bagi ayah dan bunda yang punya anak yang telah tamat sekolah dasar khususnya yang beragama muslim disibukkan dengan persiapan mau kemana buah hati mereka meneruskan Pendidikan itu biasanya sudah dirancang sebelum-belumnya,bahkan ada yang telah mempersiapkan satu tahun sebelumnya.

Beberapa tahun terakhir ini beberapa orang tua sudah mulai banyak yang memilih pesantren-pesantren untuk tempat anak mereka menuntut ilmu ,itu bisa kita lihat dibeberapa pesantren yang ada baik itu yang ada di Kabupaten Agam maupun diluar Agam dan juga ada yang keluar daerah Sumatera Barat titipkan anaknya di pondok pesantren.

Kita tahun ini sudah anak yang ketiga yang dititipkan di pesantren, beda kalau anak nomor 1 dan 2 di luar Sumatera kita masukan mondok,beda dengan anak yang nomor 3 masuk tahun ini ke pondok , kita melihat sekarang di daerah kita juga sudah banyak pondok pesantren yang bagus-bagus seperti di pulau Jawa, kita punya pilihan anak nomor 3 kita titipkan dipondok pesantren Mualimin Pekan Senayan Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, bagi anak kita yang bernama Taqiya Mafaza dia dimanapun pesantrennya tidak ada masalah yang penting hafalan bisa bertambah,walaupun kakak dan abang mereka mondok di Kota Bogor yang penting tujuan sama ingin menjadikan mereka penghafal Alqur’an, dan siap hidup mandiri di Pondok serta menjadi penolong Agama Allah dimuka Bumi ini.

Kalau mau punya anak bermental kuat, orangtuanya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orangtua harus berjuang lebih ikhlas..

Mulai anak pertama kita masukan mereka ke pondok di tahun 2013 di salah satu pondok di Kota Bogor, kita sudah mulai faham tentang kehidupan dipondok , Anak-anak kita di pondok pondok tidak akan mati karena kelaparan, tidak akan bodoh karena karena tidak ikut les ini dan itu, tidak akan terbelakang karena tidak pegang “HP Insya Allah Anak kita akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah bagi yang menjaga Alqur’an..yakin dan harus yakin.

Bagi kita Lebih baik menangis karena berpisah sementara dengan anak sekarang untuk menuntut ilmu agama, dari pada kita bersedih nanti dan menangis karena anak-anak kita lalai urusan akhirat, dan berebut urusan dunia.

Waktu anak pertama diantar ke pondok memang hati ini agak susah rasanya untuk menerima kenyataan karena dia anak pertama dan belum pernah berpisah jauh ,perempuan , apalagi berpisah juga beda pulau rasanya sangat sulit, tapi anak kita tetap berkeinginan untuk mondok ,dia bilang doakan kakak ayah mudah-mudahan kakak bisa membahagiakan ayah dan bunda kelak nanti Adik-adik juga akan mengikuti langkah kakak menuju pesantren “AYAH JANGAN MENANGIS YA” ,karena telah terasa betapa bahagia hati ini apabila datang ke pondok melihat mereka dipondok bersama penghafal-penghafal Alqur’an yang datang dari beragam pulau dan daerah hanya untuk menuntut ilmu , dua tahun masuk lagi adiknya ke pondok juga di Bogor tetapi beda pondok karena sudah terasa manisnya hati ini sangat senang melihat anak-anak dipondok ,waktu anak kedua tamat ,hati ini sangat sedih berpisah dengan ustad-ustad yang ada di pondok karena selama ini mereka sudah dianggap seperti saudara begitu terharu hati ini ,karena merekalah anak kita bisa menjadi penghafal Alqur’an.

Untuk Taqiya Mafaza anak yang ke tiga tahun ini kita titipkan di pondok Pesantren MUALIMIN di Kampung halaman sendiri Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam , selama ini anak-anak tidak pernah memilih mau di Titipkan di pondok mana semua diserahkan kepada Ayah dan bunda.
Mengapa kita bisa kuat Untuk melepas anak yang masih kecil-kecil jauh-jauh diantar Mondok ,kita berusaha untuk memahami lima perkara:

1.Tega
Harus tega dan percaya kalau di pesantren anakmu itu dididik bukan dibuang. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan…

2.Ikhlas
Harus ikhlas…harus sadar kalau anak kitav itu tidak akan dibiarkan terlantar… harus ikhlas anak kita dididik, dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dan sebagainya… kalau merasa anakmu dibuat tidak senyaman hidup dirumah… ambil anakmu sekarang juga..!

3.Tawakkal
Setelah itu serahkan sama Allah. Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang bisa merubah begitu saja santri²nya… maka berdoalah…

4.Ikhtiar
Dana yang bersih dan do’a. Ini adalah kewajiban orang tua.

5.Percaya
Percayalah bahwa anak kita ini dibina, betul-betul dibina Apa yang mereka dapatkan disini adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anak kita diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan. Itu adalah pendidikan.

Mereka pergi untuk beribadah dengan menuntut ilmu
Mereka selalu diajarkan untuk mendoakan ibu-bapaknya
Mereka pergi untuk kembali
Bertemulah jarang-jarang agar cinta makin berkembang.

Wasslm

0Shares