ATTS, Tarok Dipo dan Kayu Kubu “Desa Cantik” Bukittinggi 2026

Bukittinggi, kaba12 — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) gelar pembinaan statistik sektoral, pencanangan Desa Cantik dan Review Standar Layanan BPS Kota Bukittinggi Tahun 2026 di Aula Balaikota, Kamis (16/04/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan, menjelaskan, pentingnya optimalisasi tata kelola statistik sektoral di tingkat OPD serta penguatan Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) dalam mendukung pembangunan berbasis data dan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Data statistik yang berkualitas dan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Melalui penguatan statistik sektoral dan Program Kelurahan Cantik, diharapkan kualitas data semakin baik, kapasitas aparatur meningkat dan pengambilan kebijakan menjadi lebih tepat sasaran. Kami juga terus mendorong pembangunan Zona Integritas serta peningkatan layanan statistik kepada masyarakat,” ujarnya

Abdi menambahkan, sensus ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk menyediakan gambaran menyeluruh terkait struktur ekonomi masyarakat dan karakteristik usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital.

“Hasil sensus ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat. BPS juga menjamin kerahasiaan data responden sesuai ketentuan yang berlaku dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang akurat saat pendataan berlangsung,”ungkapnya

Wali Kota Bukittinggi, diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan, Melfi Abra, menegaskan, pentingnya data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, seiring dengan pencanangan Program Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kota Bukittinggi. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia serta memperkuat peran kelurahan sebagai penghasil data yang valid dan dapat dipertanggung -jawabkan.

“Melalui pencanangan Desa Cantik ini, kita ingin memastikan tidak ada lagi perbedaan data antar instansi. Semua harus mengacu pada satu data yang akurat dan objektif. Data ini menjadi dasar perencanaan, pengambilan keputusan, hingga evaluasi pembangunan. Di era digital dan big data saat ini, data menjadi kunci utama dalam menentukan arah kebijakan,” ujarnya

Kelurahan yang dicanangkan dalam Program Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) meliputi Kelurahan ATTS, Tarok Dipo, dan Kayu Kubu. Setelah pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Agen Statistik yang berasal dari masing- masing kelurahan tersebut sebagai upaya memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data di tingkat kelurahan.

(Ophik)

0Shares