Palupuah, kaba12 — Warga Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuah, secara mandiri mulai bersihkan berbagai material terdampak bencana. Banyak pohon tumbang di kawasan itu yang terpaksa dibersihkan secara manual, karena tidak ada peralatan pendukung.
Pasalnya, hingga Rabu ini, kawasan Lurah Dalam masih belum tersentuh penanganan oleh BPBD Agam bersama unsur terkait, karena wilayah itu terisolasi akibat longsor dan banjir bandang yang mendera kawasan itu sejak Sabtu pekan lalu.
Seperti disebutkan Jon Indra Dt dan Makmur Pakian Naro, tokoh masyarakat Lurah Dalam kepada kaba12, Rabu, (26/11).

Disebutkan, hingga Rabu itu, pasokan bantuan termasuk dukungan personil untuk membantu proses pembersihan material longsor, pohon tumbang dan penanganan rumah warga yang ambruk dihantam banjir bandang. Warga setempat sangat membutuhkan dukungan bantuan dari pemerintah, karena untuk penanganan dampak bencana yang melanda wilayah itu membutuhkan alat berat dan perangkat pendukung lain.
Hingga Rabu siang, didukung cuaca yang agak cerah, warga setempat bersama-sama membersihkan pohon-pohon yang tumbang menutupi badan jalan menuju pemukiman, termasuk membenahi saluran air skala kecil yang tersumbat, “kami berharap, tim Pemkab.Agam segera datang ke Lurah Dalam untuk membantu kami, “sebut Makmur Pakiah Naro.

Sementara, menurut Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam, menegaskan pihaknya bersama Bupati Agam sudah bergerak ke lokasi terdampak bencana di Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh.
Pihaknya akan melakukan proses pendataan dan mengambil langkah-langkah penanganan di lapangan, “kita bersama rombongan akan menembus lokasi , karena di beberapa titik masih tersekat material longsor menuju Lurah Dalam, “jelasnya.

Informasi yang diperoleh kaba12, Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Jumat pekan lalu. Bahkan, Sabtu kemarin, kawasan itu sudah dilanda beberapa kejadian, baik pohon tumbang maupun tanah longsor sehingga membuat wilayah itu terisolasi.
(HARMEN)
