Lubukbasung,kaba12 — Public mulai menyorot proses penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam. Tidak hanya mulai “rebut”proses penyaluran bantuan, penanganan kawasan terdampak, termasuk masih tak jelasnya alur proses data yang terus bergerak setiap hari.
Informasi yang diperoleh kaba12, sepekan pasca dampak bencana menghantam wilayah Kabupaten Agam, masih terlihat banyak hal yang mestinya tidak muncul ke permukaan, termasuk penataan-kelolaan posko utama, pengaturan posisi pos-pos di kompleks Balairung, termasuk ruang tempat khusus data.
Bahkan,hingga Rabu, (3/12) keterlibatan unsur Pers dan organisasi wartawan dalam penanganan dampak bencana di kabupaten Agam, saat ini tidak terlihat, terutama dengan memberi ruang khusus untuk data dan tempat konferensi Pers terkait perkembangan penanganan dan situasi terkini di lapangan, termasuk dalam SK tanggap darurat yang ditetapkan Bupati Agam.

Yang tidak realistis, bahkan sudah dipublis ke public, terutama data jumlah kerugian dampak bencana, yang membengkak drastis dalam sehari. Tanggal 1 Desember 2025, total kerugian dampak bencana di Agam hanya kisaran Rp.79,4 Miliar, namun tanggal 2 Desember 2025, langsung membengkak besar menjadi Rp517 Miliar.
Menariknya, setelah ditelisik beberapa item, terlihat ada beberapa keganjilan, terutama dalam estimasi total kerugian di masing-masing kecamatan. Data yang dirilis ke public, per 2 Desember 2025, terkait data kerusakan rumah di Kecamatan Kamang Magek, 5 rumah rusak sedang, total kerugiannya mencapai Rp.35.671.104.000, seimbang dengan total kerugian yang dialami warga di kecamatan Malalak yang rumah rusak kategori berat sebanyak 118 unit, total kerugiannya mencapai Rp.35.683.200.000.


Bahkan, data kerugian ini sangat jauh berbeda dibanding dampak kerusakan yang dialami warga di kecamatan Lubukbasung dengan jumlah 94 rusak ringan,75 rusak sedang dan 2 rusak berat dengan total kerugian Rp.10.720.080.000 termasuk di Kecamatan Matur dengan dampak kerusakan yang cukup parah akibat banjir bandang dan tanah longsor 4 rumah rusak berat dan 7 rusak ringan, total kerugiannya hanya Rp.1,8 Miliar.
Data Jauh Berbeda,
Kaba12 yang mengkonfirmasi data kerugian sementara itu, dengan camat Kamang Magek, Fikri Isman justru terkejut dan mengaku sudah mempertanyakan keabsahan data yang dipublis tersebut, pasalnya, sebelumnya, pihak kecamatan sudah melaporkan data, namun berbeda dibanding yang diinformasikan ke public.

Dijelaskan, FIkri Isman, data yang dilaporkan pihaknya dan sudah diverifikasi tim Dinas Perkim Agam,dampak akibat banjir di Kecamatan Kamang Magek , rumah 2 rusak berat dan 3 rusak sedang, dengan total kerugian Rp.150 Juta, “kami sudah meminta klarifikasi akan hal itu, “ tegasnya.
Menyikapi hal itu, Kadinas Kominfo Agam Roza Syefridianti, waktu dikonfirmasi kaba12, Rabu, (3/12) dini hari, menyebut pihaknya akan menelusuri data tersebut, pihaknya akan melakukan croscek ulang terkait data yang sudah diinformasikan pada public tersebut, dengan unsur terkait dalam penanganan pendataan di lapangan dan di posko utama.

Sudah singkroni data, menjadi catatan penting yang selalu disampaikan para unsur pimpinan BNPB Pusat, yang kerap memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Utama Kabupaten Agam, termasuk saat mendatangi lokasi terdampak bencana di Malalak, Selasa kemarin kepada Wartawan.
(HARMEN)
