Lubukbasung,kaba12 — Kalangan DPRD Agam mengungkap prihatin, menyusul dampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, yang menyebabkan 13 kecamatan terdampak, baik dilanda banjir, banjir bandang dan tanah longsor.
Sesuai data yang diperoleh saat ini, tercatat 13 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, masing-masing kecamatan Palupuah, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Malalak, Kecamatan Palembayan, Kecamatan Ampek Nagari,Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Lubukbasung, Kecamatan IV Koto, Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Tilatang Kamang Magek dan Kecamatan Baso.
Saat ini, masih banyak akses jalan yang belum dibuka akibat tumpahan tanah longsor yang menyebabkan di berbagai lokasi, sehingga membuat tim tanggap darurat kewalahan, apalagi saat ini, Kabupaten Agam masih dilanda keterbatasan karena kurangnya alat berat untuk penanganan di lapangan.

Jumlah korban terdampak juga semakin besar, tidak hanya korban meninggal tapi juga korban luka dan mengungsi, “kita dihadapkan pada cobaan berat,” sebut Ketua DPRD Agam H.Ilham,LC,MA.
Ketua DPRD Agam itu mengungkap duka mendalam atas musibah yang melanda wilayah Kabupaten Agam tersebut, dan berharap seluruh pihak bergerak, membantu penanganan dampak bencana yang melanda warga.
Ungkapan keprihatinan juga disampaikan Henrizal, Wakil Ketua DPRD Agam yang langsung turun ke lokasi kejadian di Palupuah untuk membantu warga terdampak, “ butuh alat berat dan bantuan logistic untuk warga, kami berupaya mencari solusi, namun dampak bencana yang cukup banyak di berbagai titik, harus ditangani secara ekstra, “sebut Henrizal.
Duka mendalam juga disampaikan Muhammad Risman, Wakil Ketua DPRD Agam, yang menyaru seluruh elemen yang ada masyarakat untuk bergerak bersama, membantu warga terdampak, tidak hanya dalam penanganan lapangan dan bantuan, tapi mendorong semua lini untuk percepatan proses penanganan kawasan terdampak, sehingga isolasi wilayah akibat longsor bisa segera dibuka.
Hal senada disampaikan Aderia, Wakil Ketua DPRD Agam yang langsung terjun ke lapangan, membantu warga dengan logistic utama, termasuk menyalurkan bantuan makanan produk BMG yang dikelolanya di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Agam.
“Semua harus bergerak, bantu warga terdampak. Banyak kerusakan dan warga menjadi korban, bersama kita harus tangani dampak bencana yang terjadi , “tegasnya.
(HARMEN)
