Pasaman, kaba12.com — Gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Sumatera Barat, Jumat,(25/2) khususnya daerah terparah kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, hingga hari pertama pasca musibah mulai banyak persoalan yang muncul.
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak hancurnya berbagai sarana vital yang selama ini menjadi akses penting masyarakat, membuat beberapa perkampungan penduduk sulit dijangkau.
Malah hingga Sabtu ini, ada beberapa perkampungan penduduk masih belum bisa ditembus, pasalnya ditengarai kawasan itu terdampak cukup parah akibat guncangan gempa, termasuk pasokan bantuan untuk warga di kawasan itu.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, dari Yudi, tim pusat data Damkar Agam di Malampah, Pasaman, Sabtu,(26/2), beberapa perkampungan yang belum bisa disentuh tim gabungan penanggulangan bencana berada dalam wilayah nagari Malampah, kecamatan Tigo Nagari, diantaranya jorong Kampuang Melayu dan beberapa kawasan lain.
Untuk menjangkau kawasan yang belum tersentuh itu, tim Damkar Agam yang bergabung dengan Rescue for Sumbar, Kelompok Kemanusiaan Tilatangkamang (KKT) dan posko Jenggala menggelar pertemuan Sabtu malam ini bersama tim Damkar Pasaman untuk merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Ditambahkan Yudi dan Alek Youhendri, untuk memudahkan coordinator dan operasional, tim Damkar Agam, Damkar Sumbar dan KKT sepakat untuk membangun posko bersama di Maranggiang, Malampah, sebagai sentral operasional tim rescue yang dikoordinasikan dengan Damkar Pasaman.
“ Kemungkinan Minggu besok, beberapa kawasan yang belum bisa ditembus, karena jalur masuk masih sulit akan mulai dilakukan, terutama untuk proses evakuasi dan memasok bantuan, “ jelas Yudi.
HARMEN
