Air Banda Usang Banyak Terbuang, Warga Parik Panjang Kekurangan Air

Lubukbasung, kaba12.com — Debit air Banda Usang di wilayah Siguhung dan Batu Karak banyak yang terbuang akibat tidak terkontrolnya pengaturan dan pembagian air, berdampak bagi warga di wilayah Parik Panjang dan Ampu.

Pasalnya, debit air Banda Usang banyak yang terbuang untuk kebutuhan air kolam air deras mulai dari wilayah Siguhung sampai ke Batu Karak, sehingga debit air banyak yang tercurah ke aliran Banda Baru.

Dampaknya, hingga kini ancaman kekeringan mengintai wilayah Parik Panjang, Ampu, Talago sampai ke Cumateh, terutama untuk kebutuhan irigasi persawahan.

Kondisi ini ditengarai warga karena sistim pengaturan pintu air yang tidak terkontrol dengan baik, sehingga warga yang berada di kawasan hilir sungai Banda Usang tidak mendapatkan pasokan air yang memadai untuk kebutuhan irigasi sawah dan kebutuhan lainnya.

Kondisi itu, dikeluhkan warga Parik Panjang melalui ketua pemudanya Musmulyadi kepada kaba12.com, Selasa,(9/4).

Dikeluhkan Musmulyadi, kondisi serupa juga pernah terjadi tahun 2001 lalu, dimana karena kontrol pintu air yang tidak baik, membuat banyak sawah yang terancam kekeringan tidak mendapatkan aliran air.

Secara khusus Musmulyadi berharap Pemkab. Agam melalui Dinas PUPR Agam turun ke lapangan untuk meninjau dan menertibkan pintu-pintu air yang tidak terkontrol dengan baik.

Disebutkan ketua pemuda Parik Panjang itu, saat ini aliran sungai Banda Usang sudah sangat dangkal dan kering, bahkan sama sekali tidak bergerak sehingga tidak bisa dimanfaatkan masyarakat di bagian hilir sungai.

“Kami minta hal ini menjadi perhatian serius pemerintah, karena kebutuhan air untuk aktivitas sawah, sangat tinggi, apalagi saat ini warga sudah kembali akan mengolah sawah mereka,” sebut Musmulyadi lagi.

HARMEN

0Shares